tag:blogger.com,1999:blog-27215099778601512782013-05-23T08:45:28.805-07:00YBØKO - pro antennae<a href="unclebam@gmail.com">unclebam@gmail.com</a>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.comBlogger176125tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-75302075661451932372013-01-13T04:41:00.001-08:002013-01-13T04:41:37.805-08:00The South East Asia Amateur Radio Network (SEANet)<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-hhUAlskV5vA/UPKpHcovMjI/AAAAAAAABFU/ONfTpmGKyVs/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page10_image2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="149" src="http://2.bp.blogspot.com/-hhUAlskV5vA/UPKpHcovMjI/AAAAAAAABFU/ONfTpmGKyVs/s320/Vol.+II-04+NOV+2012_page10_image2.png" width="320" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><b>Pengantar:</b></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><b>The South East Asia Amateur Radio Network (SEANet)</b> sudah “mengudara” sejak 29 November 1963, dan walaupun harus melewati berbagai periode pasang-surut sepanjang lima dasa warsa keberadaannya, nyaris tidak pernah absen terselenggarakan setiap sore (12:00 UTC) di 14.320 MHz plus/minus QRM.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Mengutip laman SEANet www.seanet.cc/.. tujuan yang mendasari pentyelenggaraan Net ini adalah: “to promote interna- tional understanding and fellowship among hams and to relay emergency, medical, urgent or priority traffic”, atau seperti yang gampang-gampangan (tapi make sense) di”definisi”kan pada SEANet Convention ke 1 (1971/1972): “A place to meet and contact other amateurs of the area on a regular basis." Keberadaan Net ini juga seolah memberikan fasilitas bagi sia- papun dan di manapun untuk melakukan uji kinerja peralatan mereka serta kondisi propagasi di 20m dengan checking-in pada saat Net berlangsung. Karena kondisi propagasi inilah, seperti juga dengan rekan-rekan ham di manapun, partisipasi YB-landers untuk check-in SEANet boleh dibilang selalu meng- alami pasang-surut juga, antara lain karena pengaruh faktor propagasi yang menyebabkan dapat saja terjadi untuk beberapa waktu frekuensi 14.320 MHz nyaris tertutup samasekali sehingga tidak mungkin melakukan QSO di situ.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Pada 30-31/12-1971 s/d 1/1/1972 SEANet Convention PERTAMA digelar di Penang, Malaysia, dan sejak itu Konvensi selalu diadakan setiap tahun TANPA PUTUS, kecuali di tahun 1986 dan 1987.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Di Indonesia SEANet Convention sudah pernah 2x diadakan, yaitu Konvensi ke-6 (Jakarta 1976) dan ke-11 (Yogyakarta 1981). Selain di kawasan ASEAN, secara geografis Konvensi SEANet terjauh yang pernah diselenggarakan adalah di Dakha, Bangladesh (ke 21, 1993); Madras, India (ke 24, 1996), Perth, Australia (ke 30, 2002); Bangalore, India (ke 33, 2005), Osaka, Jepang (ke 34, 2006); Seoul (ke 37, 2009); dan Shanghai (ke 38, 2008)</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-v_MJ4oU72HY/UPKqwQWV06I/AAAAAAAABGA/sregYmNJ9GQ/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page10_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="185" src="http://1.bp.blogspot.com/-v_MJ4oU72HY/UPKqwQWV06I/AAAAAAAABGA/sregYmNJ9GQ/s320/Vol.+II-04+NOV+2012_page10_image1.jpg" width="320" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Sebagian YB-landers participants pada 40th SEANet Convention di KL (lihat text).dengan host yang berbaju teluk belanga khas 9M2 land.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">40th SEANet Convention 2012 di KL kali ini dihadiri 131 peserta dari 20 negara, termasuk “partisipan” YB-landers yang terdiri dari Triadi P. Suparta YBØKVN, Gjellani J. Sutama YB1GJS (beserta keluarga), Wisnu Widjaja YBØAZ (NCS SEANet 2002), Nur Sofyan YC6EZ serta Denny Sinaga YB6HJE dan Said YD6OAH yang masing-masing disertai YF mereka.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Pada jadwal acara yang dapat diunduh dari laman 40th SEANet Convention disebutkan tentang berbagai seminar & lokakarya tentang AMSAT, EmComm, Tehnik DX-ing serta teknologi ALE (Automatic Link Establishment) di band HF (yang selama ini hanya dipakai di lingkungan militer) yang digelar selama Kon- vensi tersebut.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">BTW, Konvensi SEANet yang ke 41 akan dihelat di Yokohama (Jepang, 2013), sedangkan yang ke 42 akan digelar di Bali (2014) ■.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Hayooo, menyongsong Bali 2014 nanti, siapa YB-landers yang dari sekarang bersedia jadi NCS SEANet? Kalau tahun 70-80an doeloe YB-land bisa berbangga punya Linda YB3BDL yang era itu disebut-sebut sebagai “the only YL NCS of SEANet“, siapa lagi YL yang tertantang untuk me”warisi” dan meneruskannya !? </div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-OEiAzcp3VLA/UPKrLRaW8GI/AAAAAAAABGI/9SlmEwGoTUQ/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page10_image3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-OEiAzcp3VLA/UPKrLRaW8GI/AAAAAAAABGI/9SlmEwGoTUQ/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page10_image3.jpg" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Seakan menanggapi concern yang tersurat (dan tersirat) pada larik‐larik akhir halaman 10 e‐QSP Vol. II.02 Sep‐ tember 2012: … “how’s thing going dengan proyek satelit LAPAN/ORARI yang di”garap” AMSAT‐ID (yang masa bakti Kepengurusannya kecuali ada perpanjangan sudah berakhir di tahun 2011)? …., pada akhir Oktober 2012 telah diadakan pertemuan antara SekJen Suryo Susilo YBØJTR dengan (sebagian besar) mantan Pengurus AM‐ SAT‐ID yang masa baktinya sudah kadaluarsa.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Dengan semakin dekatnya rencana peluncuran Satelit LAPAN A2/LAPAN‐ORARI (di tahun 2013 ini), untuk me‐ neruskan dan memelihara kerjasama yang sudah terjalin baik dengan LAPAN maka dirasa perlu untuk menyegera‐ kan penyusunan Kepengurusan AMSAT‐ID yang baru, YBØJTR menawarkan kepada para aktifis yang hadir un‐ tuk mengusulkan nama‐nama bagi Kepengurusan pe‐ riode 2013‐2016 y.a.d., dan akhirnya terpilih Wisnu Widjaja YBØAZ sebagai koordinator AMSAT‐ID, dan langsung diminta YBØJTR untuk segera menyusun Kepengurusan yang baru.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Selamat, OM Wisnu ......</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">semoga susunan Pengurus AMSAT-ID masa bakti 2013-2016 sudah dapat diumumkan di e-QSP edisi depan ... ■</div><div><br /></div><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div><br />unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-73654918430613117502013-01-13T04:30:00.003-08:002013-01-13T04:30:55.456-08:00GAREC (Global Amateur Radio Emergency Communications Conference)<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-SHG6XC5Bw2w/UPKoLJiSvDI/AAAAAAAABFE/wdCxExcqh_g/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page8_image3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-SHG6XC5Bw2w/UPKoLJiSvDI/AAAAAAAABFE/wdCxExcqh_g/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page8_image3.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;">GAREC ke‐8 tahuh 2012 telah digelar di Thistle Resort, Port Dickson, Malaysia (karenanya mereka menyebutnya sebagai MyGarec 2012) pada 12‐14 November 2012, dengan mengambil thema: “One world, One commitment”</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"><br /></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"><b>GAREC (Global Amateur Radio Emergency Communications Conference)</b> adalah konferensi yang setiap tahun digelar IARU sebagai ajang/wadah diskusi tentang ope‐ rasi Radio Amatir saat terjadi bencana (alam) serta keadaan darurat lainnya, dengan motto: "Saving lives through emergency communications" dan berpedoman pada Visi dan Missi sebagai berikut:</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;">THE VISION: To have regular worldwide cooperation and understanding between Authorities and Amateur Radio Service on the field of Emergency Communications.</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"><br /></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;">THE MISSION: To get Amateur Radio operators to be bet‐ ter prepared for emergency communications and create practices for national and international levels. GAREC is for exchanging information and experiences between all Amateur Radio operators and groups that are interested in EmComms.</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;">GAREC pertama kali digelar di Tampere, Finland (2005), dan pada saat itu disetujui bahwa GAREC berikutnya akan diselenggarakan dengan mengambil tempat secara bergantian di antara ketiga Regions IARU, sehingga sampai tahun 2012 ini GAREC sudah 8 x digelar:</div><br /><div style="text-align: justify;">2nd Tampere, Finlandia ‐ IARU Region 1 (2006)</div><div style="text-align: justify;">3rd Huntsville, Alabama ‐ IARU Region 2 (2007)</div><div style="text-align: justify;">4th Friedrichshafen, Jerman ‐ IARU Region 1 (2008)</div><div style="text-align: justify;">5th Tokyo, Jepang ‐ IARU Region 3 (2009)</div><div style="text-align: justify;">6th Willemstad, Curaçao ‐ IARU Region 2 (2010)</div><div style="text-align: justify;">7th Sun City, Africa Selatan ‐ IARU Region 1 (2011)</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-PfLFJwoy8ic/UPKogzCMvCI/AAAAAAAABFM/9uSNKIEfSuY/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page8_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="191" src="http://1.bp.blogspot.com/-PfLFJwoy8ic/UPKogzCMvCI/AAAAAAAABFM/9uSNKIEfSuY/s320/Vol.+II-04+NOV+2012_page8_image1.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;">Triadi Suparta YBØKVN dan Ria Triadi YCØKVM di antara MyGAREC 2012 delegates</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div><div style="text-align: justify;">GAREC‐2012 yang secara resmi dibuka oleh Dr. Seppo Sisatto OH1VR dihadiri oleh +/‐ 20 orang delegasi dari Sembilan IARU member societies dari Finlandia, Jerman, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Swiss, Thailand, UK dan tuan rumah Malaysia.</div><div style="text-align: justify;">Agenda Konferensi diisi dengan beberapa paparan, antara lain tentang MEWS/Mobile Emergency Weather Station oleh perancangnya Greg Lee HSØZHM.</div><div style="text-align: justify;">MEWS dirancang untuk dapat memberikan laporan cuaca (dari lokasi bencana) yang diperlukan para pengambil keputusan dalam menentukan langkah‐langkah penang‐ gulangan, termasuk untuk menunjang keselamatan peng‐ operasian helikopter penolong.</div></div><div style="text-align: justify;">Paparan lain sebagai bagian dari materi diskusi selama sidang‐sidang yang membicarakan status layanan Em‐Comm oleh Amatir Radio serta kendala dan masalah umum yang dihadapi dalam penyelenggaraan EmComm di berbagai negeri (seperti Finlandia, Jerman, Hong Kong, Indonesia dan Swiss) antara lain disampaikan oleh Greg Mossop GØDUB (IARU Reg. 1 EmmComm Coordinator); prosedur bagi NCS pada EmComm dengan Calling Frequency & Dispatcher di Swiss oleh Peter Sidler HB9PJT; Pengorganisasian dan Pelatihan bagi operasi penyelamatan bersama SRAL (= institusi Ham EmComm di Finlandia) dan SRT (= Safety Radio of Finland) oleh Jyri Putkonen OH7JO; dan tentang CORE oleh Triadi P Su‐ parta YBØKVN (yang mengutamakan hubungan baik de‐ ngan instansi pemerintah yang bertanggung jawab atas Penanggulangan Bencana dan intitusi lainnya)</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div><div style="text-align: justify;">The IARU HF Emergency Operating Procedure juga direview menuruti pengalaman selama penyelenggaraan GlobalSET (Simulated Emergency Test) dan berbagai event pelatihan yang diadakan para member societies.</div><div style="text-align: justify;">GAREC 2013 akan digelar di Zurich, Swiss (25‐27 Juni 2013), sedangkan untuk tahun‐tahun berikutnya terpilih Huntsville, Alabama (2014), untuk kemudian “kembali” ke Tampere, Finlandia (2015) ■</div></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-20853069656286536852013-01-13T04:23:00.002-08:002013-01-13T04:23:17.043-08:00Kiprah<br /><br /><div style="text-align: justify;"><b>Kiprah ..... </b></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Pengantar:</b></div><div style="text-align: justify;">Pada bulan November 2012 silam di kawasan ini telah digelar berbagai perhelatan berskala mondial (mendunia) dari beberapa Organisasi di lingkungan Radio Amatir, yaitu IARU Region‐3 15th Conference di Ho Chi Minh City, Vietnam, dan dua gelaran di Malaysia: The 8th GAREC 2012 di Port Dickson, dan The 40th SEANet Convention di Kuala Lumpur.</div><div style="text-align: justify;">Ketiga event akbar tersebut telah mengambil beberapa keputusan yang seperti bisa disimak pada liputan berikut ini akan berdampak cukup signifikan bagi derap langkah ORARI dalam berkiprah ke depan. [Ed.]</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-PyXv6VonPKs/UPKl65RotSI/AAAAAAAABEU/gu3AhvV3erY/s1600/ham3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-PyXv6VonPKs/UPKl65RotSI/AAAAAAAABEU/gu3AhvV3erY/s1600/ham3.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Dibanding perhelatan Organisasi‐organisasi Radio Amatir internasional apapun yang pernah digelar selama ini, barangkali inilah gelaran yang paling ramé dihadiri para “dignitaries” YB‐land.</div><div style="text-align: justify;">Delegasi Indonesia/ORARI dipimpin oleh SekJen Suryo Susilo YBØJTR, beranggotakan Direktur Operasi Sumber Daya Ditjen SDPPI Rachmat Widayana YEØRW, Interna‐ tional Affairs/IARU R‐3 Liaison Officer Triadi P. Suparta YBØKVN, Award & QSL Büro Gjellani J. Sutama YB1GJS, Koord. Amsat‐ID Wisnu Widjaja YBØAZ; sedangkan para Peninjau terdiri dari Wakil Ketua Sugeng Suprijatna YBØSGF, KabidOrg Bambang Sugiarto YBØYJ, Wakil Sek‐ Jen Anna Rudhiantiana YBØANA, Ketua ORDA Papua Yanuarius Resubun YB9YZ, KaBidOrg ORDA Papua Ronny Latupeiressa YB9WR, Ketua DPP H. Abidin Hamsyah YB7LSB, serta tiga orang anggota ORDA Kalimantan Sela‐ tan M. Nachwan YB7NSA, Abdul Hadi Al Hafiz YD7HDG dan Rahmadi Harli Apin YD7HRH.</div><div style="text-align: justify;">Catatan: Pada Konferensi IARU Region 3 ke 14 yang digelar pada 12‐16 Oktober 2009 di Christ‐ church, New Zealand — dengan NZART/New Zea‐ land Association of Radio Transmitters) sebagai tuan rumah — dari Indonesia/ORARI hadir Hublu/ IARU Region‐3 Liaison Officer Wisnu Widjaja YBØAZ dan Pembantu Umum Triadi Suparta YBØKVN.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Konferensi ke 15 IARU Region 3 ini juga mencatat rekor dengan kehadiran delegasi dari 16 “members socie‐ ties” (Organisasi Radio Amatir nasional) yang terdiri dari ARRL (AS), ARSI (India), BDRA (Brunei Darussalam), CRSA (Mainland China/PRC), CTARL (Cina Taiwan), HARTS (Hong Kong), JARL (Jepang), KARL (Korea), MARTS (Malaysia), NZART (New Zealand), ORARI (Indonesia), PARA (Philipina), RAST (Thailand), SARTS (Singapore), VARC (Vietnam), WIA (Australia) dan PIARA (Pitcairn Is‐ land) yang dikuasakan kepada (by proxy) JARL.</div><div style="text-align: justify;">(Konferensi IARU Region 3 ke 14 di New Zealand hanya dihadiri 10 “member societies” dan 3 “by proxy”)</div><div style="text-align: justify;">Dari lingkungan IARU hadir Presiden IARU Tim Ellam VE6SH, Presiden Hans Timmerman PB2T dan Sekretaris Dennis Green ZS4BS (IARU Region 1) serta Presiden Rei‐ naldo Leandro YV5AM dan Sekretaris Ramon Santoyo XE1KK (IARU Region 2).</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Konferensi dibuka oleh Nguyen Minh Duc 3W2REH, Chairman VARC selaku tuan rumah, yang bersama Lee Manh Ha, Wakil Ketua Komite Rakyat Ho Chi Minh City dan Nguyen Van Thu, Deputy Manager Departemen Managemen Frekuensi Radio dan Direktur Pusat Manage‐ men Frekuensi Regional 2 Kementerian Telekomunikasi Vietnam menyambut hangat kedatangan para delegasi di HCMC (Ho Chi Minh City).</div><div style="text-align: justify;">Pembukaan persidangan yang dipimpin oleh para Direk‐ tur IARU Region 3 didahului dengan memberikan peng‐ hormatan kepada para pengurus IARU Region 3 yang telah Silent Key, khususnya dengan mengheningkan cipta bagi Michael Owen VK3KI, Presiden IARU Region 3 pe‐ riode 2009‐2012 (SK 22/09/2012, lihat e‐QSP Vol. II‐02, September 2012).</div><div style="text-align: justify;">Atas usulan tuan rumah VARC, forum menyetujui Terry Carrell ZL3QL (Presiden AMSAT‐ZL) dari NZART menjadi Ketua Persidangan Konferensi IARU Reg. 3 ke 15 ini.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Beberapa hasil/keputusan Konferensi (terutama yang menyangkut Indonesia/ORARI) bisa disebutkan antara lain:</div><div style="text-align: justify;"> Atas usulan 2 “members societies” jumlah Directors yang semula 5 orang dinaikkan menjadi enam orang, dan telah terpilih Peter Lake ZL2AZ, Joong Guen Rhee HL1AQQ, Shizuo Endo JE1MUI, Geoff Atkinson VK3TL, Wisnu Widjaja YBØAZ dan Gopal Madhavan VU2GMN. Para Directors terpilih kemudian memilih Gopal Mad‐ havan VU2GMN sebagai Chairman untuk term 2012‐ 2015.</div><div style="text-align: justify;">[Dari enam nama tersebut, empat di antaranya: Peter Lake ZL2AZ, Shizuo Endo JE1MUI, Joong Guen Rhee HL1AQQ dan Gopal Madhavan VU2GMN adalah petahana/incumbent yang sebe‐ lumnya adalah Directors IARU Region 3 periode 2009‐2012 (hasil Konferensi IARU Region 3 ke 14 di New Zealand)]</div><div style="text-align: justify;"> Di samping terpilih dan diangkatnya Wisnu Widjaja YBØAZ sebagai salah satu Director, dalam berbagai sidang Konferensi juga memutuskan untuk mengangkat Onno W Purbo YCØMLC sebagai EMC/Electromagnetic Compability Coordinator serta menerima usulan ORARI bagi keanggotaan Triadi P. Suparta YBØKVN dalam Task Force STARS*** (Support for the Amateur Radio Service in IARU Region 3).</div><div style="text-align: justify;">Dalam posisi masing‐masing Wisnu Widjaja YBØAZ sebagai salah satu Direktur bertanggung jawab atas Rencana Strategis IARU Region 3, STARS ***, dan Satelit Amatir Radio; Onno W. Purbo YCØMLC sebagai EMC bertugas untuk “educating member societies” tentang potensi gangguan (interference potential) dari Power Line Communications (PLC/BPL), LED lights, plasma TV, photovoltaic systems dan sejenisnya; sedangkan Triadi P. Suparta YBØKVN sebagai anggota STARS*** bertu‐ gas untuk memberikan dukungan bagi member socie‐ ties yang akan memajukan kegiatan radio amatirnya;</div><div style="text-align: justify;"> Dibentuk dua “WG/Working Groups” (Komisi): WG1 membidangi hal‐hal terkait kebijaksanaan (policy mat‐ ters) yang mencakup edukasi, pelatihan, pengembang‐ an Radio Amatir, serta konferensi internasional/region‐ al terkait bidang administrasi ke‐radio‐an (radio admini‐ strations) yang melibatkan pihak otoritas/Pemerintah (mis. : APT/APG & WRC), sedangkan WG2 membidangi hal‐hal terkait OPTEK/operational & technical matters, termasuk EmComm, Awards dan Band plans.</div><div style="text-align: justify;">Finance Committee/Komite Keuangan yang membahas segi keuangan Organisasi sempat bersidang dengan melibatkan seluruh delegasi yang hadir.</div><div style="text-align: justify;">[YBØJTR dan YB1GJS ikut hadir sebagai anggota di WG1, seperti juga YBØAZ (selain sebagai Secretary) dan YBØKVN di WG2]</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-IW9e62yx8O0/UPKmnfLk5FI/AAAAAAAABEc/BwueQ9X038s/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page8_image2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="149" src="http://4.bp.blogspot.com/-IW9e62yx8O0/UPKmnfLk5FI/AAAAAAAABEc/BwueQ9X038s/s320/Vol.+II-04+NOV+2012_page8_image2.png" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;">Para Directors IARU Region 3 terpilih: Ken JA1CJP (Secretary), Geoff VK3TL, Wisnu YBØAZ, Peter ZL2AZ, Gopal VU2GMN (Chairman) , Endo JE1MUI, Rhee HL1AQQ.</div><div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"> Iuran (keanggotaan) IARU: Konferensi menyetujui kenaikan iuran keanggotaan IARU sebesar 20%.</div><div style="text-align: justify;">Atas keberatan yang diajukan ORARI, MARTS, JARL dan KARL maka keempat member societies tersebut diberi kesempatan untuk mengajukan keringanan kenaikan sebesar 10% saja.</div><div style="text-align: justify;"> Konferensi menerima dan menyetujui usulan Indone‐ sia/ORARI untuk menjadi tuan rumah bagi penyeleng‐ garaan Konferensi ke‐16 IARU Region 3 di Yogyakarta pada tahun 2015.</div><div style="text-align: justify;">(Catatan: Indonesia pernah menjadi tuan rumah Konferensi IARU Region 3 ke‐8 (1991) di Bandung) ■</div></div><div><br /></div><br />unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-62842232571389027852013-01-13T04:09:00.001-08:002013-01-13T04:09:11.572-08:00Mars One<br /><b>Ham Radio in outer space ..... </b><br /><b><br /></b><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-j4whhGG6wbY/UPKgHiaP8RI/AAAAAAAABBw/PmEZk6VcKiE/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page5_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-j4whhGG6wbY/UPKgHiaP8RI/AAAAAAAABBw/PmEZk6VcKiE/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page5_image2.jpg" /></a></div><b><br /></b><div style="text-align: justify;">Di e‐QSP edisi Oktober 2012 kemarin sekilas disebut ten‐ tang Mars One, yang telah menunjuk angkasawan negri jiran Dr. Sheikh Muszaphar 9W2MUS sebagai duta mereka.</div><div style="text-align: justify;">Digagas sejak Juni 2012, Yayasan (Stichting) nir‐laba yang dimotori wiraswastawan Belanda Bas Lansdorp ini resmi didirikan di awal Oktober 2012. Mars One berrencana untuk meluncurkan serangkaian missi robotic (TANPA awak) selama tahun‐tahun 2016 — 2020 untuk mem‐ bangun kawasan laik huni (habitable outposts) di daratan planet yang juga dikenal dengan sebutan Planet Merah (the Red Planet) itu.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-eL0JlzP9A_A/UPKg3gfN6zI/AAAAAAAABCU/FqdvKwKEQR4/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page5_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-eL0JlzP9A_A/UPKg3gfN6zI/AAAAAAAABCU/FqdvKwKEQR4/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page5_image1.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;">[Gambaran artist:] Kalau semua berjalan sesuai rencana empat orang antariksawan pertama akan mendarat di planet Mars pada tahun 2023, dan akan tinggal di shelters modifikasian kapsul Dragon yang disiap- kan missi-missi robotic (TANPA AWAK) di tahun-tahun 2016-2020.</div><div style="text-align: justify;">CREDIT: Mars One/Bryan Versteeg</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Tahapan‐tahapan missi</b></div><div style="text-align: justify;">Empat orang antariksawan pioneers pertama dijadwalkan untuk menjejakkan kaki di Mars pada tahun 2023, sesu‐ dah melewatkan penerbangan selama 7 bulan dari Bumi. Missi pengiriman “manusia Bumi” yang pertama ini akan diikuti missi‐missi berikutnya dengan selang waktu 2 ta‐ hun di antara tiap missi, sehingga diharapkan di tahun 2033 akan ada sekitar lebih dari 20 orang pioneers yang hidup, tinggal dan bekerja di Mars.</div><div style="text-align: justify;">Sampai saat tulisan ini diturunkan, TIDAK ADA rencana (plan) untuk memulangkan kembali para pionir tersebut ke Bumi. Mungkin inilah yang tersirat dalam ungkapan “one way ticket” (tiket sekali jalan) pada pernyataan Dr. Sheikh sewaktu menyikapi penunjukannya sebagai duta Mars One: ”... If I’m given a chance to go to Mars, even on a one‐way ticket, I would do it in a heartbeat. I believe Man will soon go to the red planet, and even build a col‐ ony there."</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Jadwal kronologis:</b></div><div style="text-align: justify;"> 2013: seleksi pendahuluan dan rekruitmen bagi 40 orang calon ”antariksawan Mars” dimulai. Pada tahap ini replika shelter hunian bagi para pendatang pertama di Planet Mars tersebut harus sudah dibuat dan bisa digunakan sebagai bagian dari sarana pelatihan.</div><div style="text-align: justify;"> 2014: satelit komunikasi sebagai penunjang pengoperasian berbagai missi diluncurkan ke orbit Mars.</div><div style="text-align: justify;"> 2016 (Januari): Missi lojistik pertama diluncurkan de‐ ngan membawa +/‐ 2.500 kg kargo dengan mengguna‐ kan versi modifikasian dari kapsul Dragon (buatan SpaceX) yang berdiameter 5 mtr/16 ft.</div><div style="text-align: justify;">[Sebagai “Plan B” seandainya Dragon versi Ф 5 mtr ini belum siap pada waktunya maka akan digunakan versi terdahulu dengan Ф 3.8 mtr/12 ft. Kalau opsi inipun gagal maka missi lojistik ini terpaksa harus ditunda selama DUA tahun].</div><div style="text-align: justify;"> 2018: Wahana penjelajah (= rover semacam Curiosity) didaratkan di Mars untuk mencari kawasan yang cocok untuk dikembangkan sebagai kawasan pemukiman/settlement.</div><div style="text-align: justify;"> 2021: Enam kapsul Dragon tambahan dan setidaknya sebuah rover lain didaratkan di Mars. Masing‐masing dua unit dari keenam kapsul Dragon tersebut akan difungsikan sebagai unit hunian (living units), unit pe‐ nunjang kehidupan (life support units, yang berisi sis‐ tim pembangkit listrik, pengolah air dan udara untuk</div><div style="text-align: justify;">bernafas/breathable air yang memanfaatkan sumbersumber energi “lokal”) serta unit pergudangan/storage</div><div style="text-align: justify;">{supply units)</div><div style="text-align: justify;"> Akhir 2022: dengan roket pendorong Falcon Heavy (buatan SpaceX) kapsul Dragon yang membawa empat orang pioneers diberangkatkan untuk penerbangan selama tujuh bulan ke Mars.</div><div style="text-align: justify;"> 2023: Empat orang pioneers Mars pertama sampai di Mars.</div><div style="text-align: justify;"> 2025/2027/2029 …: Rombongan pioneers berikutnya diberangkatkan dengan selang 2 tahun, sehingga pada</div><div style="text-align: justify;"> 2033: Pemukiman/settlement di Mars sudah bisa dihuni 20 mukimin/pemukim generasi pertama.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Teknologi</b></div><div style="text-align: justify;">Penjajagan telah dilakukan untuk memilih dan menentukan pemasok bagi berbagai komponen utama bagi missi ke Mars ini, yang antara lain meliputi:</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Roket peluncur</div><div style="text-align: justify;">Kandidat utama adalah Falcon Heavy (FH), yang merupakan pengembangan dari Falcon 9, roket peluncur wahana angkasa yang dikembangkan, dirancang dan dibuat oleh SpaceX. [bulan Mei 2012 Falcon 9 terbukti sukses mengantarkan kapsul Dragon yang membawa 0.5 ton lojistik ke ISS, lihat lagi hal. 6, e‐QSP Vol. I, Mei 2012].</div><div style="text-align: justify;">FH nantinya akan menggunakan bahan bakar oksigen cair (LOX) dan RP‐1 (rocket‐grade kerosene/minyak tanah) pada mesin pendorong Merlin 1D yang juga buatan SpaceX sendiri. Beberapa variant akan dikembangkan untuk aplikasi yang berbeda, a.l. dengan payloads 53,000 Kg/120,000 lbs untuk menempatkan berbagai wahana angkasa ke LEO (low Earth orbit), atau dengan</div><div style="text-align: justify;">payloads 12,000 Kg/26,000 lbs untuk penerbangan GTO/ geo‐stationary transfer orbit.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Mars Transit Vehicle (MTV) — wahana angkutan antar planet (interplanetary spacecraft) yang akan digunakan untuk mengangkut awak missi ke Mars.</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;">MTV dirancang untuk dirakit di dan diberangkatkan dari assembling plant yang berada di orbit Bumi (low earth orbit), dan terdiri dari dua modules: Transit Living Mo‐ dule/TLM (yang akan ditinggalkan sebelum memasuki orbit Mars) dan modul pendarat (= "Human Lander"). Kandidat utama pemasok TLM adalah Thales Alenia Space.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-LHTUjDMhyho/UPKiQxqpAFI/AAAAAAAABC8/hnKR1aMS_Jg/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page7_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-LHTUjDMhyho/UPKiQxqpAFI/AAAAAAAABC8/hnKR1aMS_Jg/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page7_image2.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;">[Gambaran artis] - SpaceX’ Dragon space capsule mendarat di permu- kaan Mars. Dragon dipersiapkan baik sebagai kapsul nir-awak pem- bawa kargo maupun sebagai wahana pengangkut para awak missi.</div><div style="text-align: justify;">CREDIT: SpaceX</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Sistim satelit komunikasi </div><div style="text-align: justify;">yang berfungsi sebagai seta‐ siun pancar ulang bagi sinyal video, suara dan data di antara setasiun‐setasiun (baik yang bergerak maupun yang stasioner) di permukaan Mars dengan Bumi. Kandi‐ dat utama pemasok sistim satelit komunikasi adalah Sur‐ rey Satellite Technology.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Modul‐modul Pendarat</div><div style="text-align: justify;">Seperti disebutkan di depan Mars One akan menggunakan variant berdiameter 5 mt/16 ft dari kapsul Dragon yang mempunyai volume sekitar 25 mtr kubik. Modifikasi sebagai Life Support Unit akan dilakukan (dan dipasok) oleh Paragon Space Development; sedangkan Living Unit yang dirancang untuk dapat memberikan kondisi nyaman (dan aman) huni bagi manusia dipasok oleh ILC Dover (lihat catatan pada Mars Suit di bawah).</div><div style="text-align: justify;">Modul pendarat lainnya adalah Human Lander – unit pendaratan yang men”darat”kan (dari MTV) manusia ke permukaan Mars; Rover Lander – unit pembawa dua buah Rovers (penjelajah) yang dirancang untuk dapat bermanuver dalam radius 80 Km/50 miles yang dipasok oleh Astrobotic Technology.</div><div style="text-align: justify;">Komponen vital lain adalah Mars Suit — baju bertekanan (pressurized) yang akan dipakai para mukimin (pemukim di) Mars sewaktu berada di luar modul hunian (Living unit) untuk beraktifitas di lingkungan yang dipenuhi per‐ alatan dan material konstruksi yang serba berat, serta melindungi mereka dari paparan hawa dingin, tekanan rendah dan gas berracun di atmosfir Mars.</div><div style="text-align: justify;">Kandidat pemasok baju istimewa ini adalah ILC Dover dari Frederica, Delaware, yang selama ini dikenal sebagai pemasok baju bagi astronot NASA pada program Appolo (termasuk baju yang dipakai Neil Armstrong dan Buzz Aldrin waktu “jalan‐jalan” di permukaan Bulan), pada missi‐missi EVA (extra‐vehicular activity) dari ISS dll.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Harga yang harus dibayar.</b></div><div style="text-align: justify;">Mars One memperkirakan akan diperlukan dana sekitar enam milyar US Dollars bagi upaya mendaratkan manusia pertama di Mars tersebut.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-Tp8PaVk6NwU/UPKixUvcmXI/AAAAAAAABDE/QheTJMeNzck/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page9_image3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Tp8PaVk6NwU/UPKixUvcmXI/AAAAAAAABDE/QheTJMeNzck/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page9_image3.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Di lain fihak, milyarder muda Elon Musk (kelahiran Pretoria, Afsel 28 Juni 1971), CEO dan Chief De‐ signer SpaceX, pema‐ sok NASA dengan kapsul cargo Dragon (dan roket pendorong Falcon) sudah melangkah dengan pemikiran yang lebih jauh ke depan lagi dengan membuat “itung‐itungan”nya sendiri.</div><div style="text-align: justify;">Alih‐alih sekedar “ikut bicara” tentang eksekusi program Mars One, pada paparan di depan Royal Aeronautical Society/Masyarakat Aeronautikal Kerajaan (Inggris) pada 16 November 2012 di London Musk menegaskan ambisi dan tekadnya untuk (berperan aktip dalam upaya) mem‐ bangun koloni/settlement bagi 80,000 orang “emigran” dari Bumi, yang nantinya cukup membayar 500,000 US Dollars/orang (setara dengan harga rumah kelas sedang di California saat ini) sebagai ongkos (harga) tiket wahana angkutan layaknya ferry yang menerbangkan mereka ke koloni/pemukiman baru di planet Mars.</div><div style="text-align: justify;">Gagasan untuk mem‐bangun‐kembang‐kan koloni di Mars ini antara lain didasari kenyataan bahwa pada saat ini Planet Bumi ini sudah dihuni sekitar 7 milyar manusia, dan dengan angka pertumbuhan penduduk yang diper‐ caya berlaku sekarang angka populasi maksimal (sesuai dengan daya dukung Bumi sebagai tempat hunian) 10 milyar akan dicapai pada tahun 2083 (70 tahun lagi). </div><div style="text-align: justify;">Dengan laju berkurangnya daya dukung Bumi sebagai tempat hunian yang layak (a.l. dengan berkurang atau habisnya lahan (untuk) pemukiman, lahan pertanian, sumber energi, dampak negatip pemanasan global dll.) seperti yang bisa diamati sekarang maka masa dimana Bumi bukan lagi merupakan lahan yang nikmat huni ten‐ tunya akan lebih cepat (dari 70 tahun) lagi datangnya. </div><div style="text-align: justify;">Dengan mempertimbangkan laju kemajuan di bidang teknologi konstruksi dan penerbangan antariksa yang nantinya memungkinkan pembangunan koloni di Mars tersebut, Musk mengambil angka jumlah penduduk Bumi 8 milyar sebagai dasar “itung‐itungan”nya: kalau saja 1 dari 100,000 orang di antaranya bersedia untuk bermigrasi ke Mars maka akan didapatkan angka 80,000 migrants yang disebutkan di depan.</div><div style="text-align: justify;">Musk yang mengharapkan program “kolonisasi” Mars ini nantinya akan jadi proyek bersama antara Negara (atau gabungan Negara) dan fihak swasta memproyeksikan angka 36 milyar US Dollars bagi pembiayaan proyek ini. Mengambil AS sebagai contoh, dia sampai pada angka tersebut dengan memperkirakan bahwa proposal bagi pembangunan koloni di Mars yang menelan biaya 0.25% dari PDB/produk domestik bruto (= GDP/gross domestic product) sebuah negara masih akan mudah untuk bisa</div><div style="text-align: justify;">diterima dan disetujui masing‐masing Pemerintahan.</div><div style="text-align: justify;">PDB Amerika Serikat tahun 2010 adalah 14.5 trilyun US Dollars, thus 0.25% nya adalah angka 36 milyar US Dollars yang disebutkannya tadi (kalau 80,000 migrants tersebut membayar 500,000 USD/orang maka bisa diperkirakan akan terkumpul angka 40 milyar US Dollars)</div><div style="text-align: justify;">"Some money has to be spent on establishing a base on Mars. It’s about getting the basic fundamentals in place, ... a self‐sustaining civilization and grow it into something really BIG. ... (Indeed) it took a significant expense to get things started, but once there are regular Mars flights, you can get the cost down to half a million dollars for someone to move to Mars. Then I think there are enough people who would buy that to have it be a reasonable business case." kata Musk.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Dari sinilah bisa dirunut jalan fikiran Musk: Harga “tiket” tersebut harus cukup murah/terbeli bagi mereka dengan rentang usia empat puluhan dan berasal dari negeri‐ negeri maju … yang identik dengan usia produktip, ber‐ fikiran maju dan siap menghadapi tantangan !!!</div><div style="text-align: justify;">Dari sisi tehnis Musk juga sudah memikirkan bahwa teknologi Falcon Heavy dan Dragon tidak lagi dapat men‐ dukung penerbangan ferry untuk membawa para imigran masa depan tersebut, dan karenanya SAAT INI sudah mengembangkan dan menguji coba prototype roket pen‐ dorong wahana angkutan berukuran besar (= huge MCT/ Mass Cargo Transport atau Mars Colony Transport) ber‐ bahan bakar gabungan oksigen cair/LOX dan methane. Prototype roket berkemampuan VERTOL (vertical take off and landing) yang dinamai Grasshopper (= belalang) tersebut menggunakan tingkat pertama dari Falcon 9, sedangkan untuk menggantikan mesin Merlin 1D sudah disiapkan prototype dari Raptor berteknologi staged combustion engine, yang merupakan pengembangan dari tehnologi yang pernah dipakai pada space shuttle STS series, yang diperkirakan akan jauh lebih efisien ketim‐ bang tehnogi Merlin 1D.</div><div style="text-align: justify;">Di samping “paling murah”, methane (yang pada saat sumber energi fosil penghasil minyak tanah sudah berkurang atau malah sudah habis) harganya akan jauh lebih murah dan lebih mudah didapat, juga lebih aman dan lebih mudah ditangani ketimbang Hidrogin yang umum digunakan sekarang (yang memerlukan penyim‐ panan pada suhu cryogenic — di bawah titik beku — membuat logam mudah rapuh/getas dan sangat mudah terbakar) ■</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-YIRHUjcUHQQ/UPKjvXue-hI/AAAAAAAABDQ/bMcdDyCbNY4/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page9_image1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-YIRHUjcUHQQ/UPKjvXue-hI/AAAAAAAABDQ/bMcdDyCbNY4/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page9_image1.png" /></a></div><div style="text-align: justify;">Untuk proyek MARS-One SpaceX mengembangkan roket Falcon Heavy (FH) dari Falcon 9 v1.0 (kiri) yang lebih dulu sudah dikembang- kan jadi Falcon 9 v1.1 (tengah).</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">FH direncanakan pertama kali di-uji-luncur-kan dari Vandenberg Air Force Base di California (2013) walaupun pada missi sebenarnya nanti akan diluncurkan dari Cape Kennedy/Tanjung Canaveral.</div><div style="text-align: justify;">[Sebagai perbandingan, Falcon 9 v1.0 yang pada Mei 2012 berhasil mengantarkan kapsul cargo DRAGON ke ISS tingginya 48,1 mtr, se- dangkan Falcon 9 v1.1 dan FH tingginya 69,2 mtr.</div><div style="text-align: justify;">Seperti terlihat pada gambar di atas FH men”cangkok”kan dua buah tingkat pertama (first stages) Falcon 9 di kedua sisinya.]</div><div style="text-align: justify;"><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-54091266594651761132013-01-13T03:51:00.001-08:002013-01-13T03:51:50.389-08:00Soyuz TMA-05M Lands in Kazakhstan (Expedition 33 returned home)<br /><b>Ham Radio in outer space ..... </b><br /><b><br /></b><b>Soyuz TMA-05M Lands in Kazakhstan </b><b>(Expedition 33 returned home)</b><br /> Source: NASA HQ; Posted Sunday, November 18, 2012<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-UUhnGh5mtUM/UPKfQ8MLRQI/AAAAAAAABBI/YSvlncsPhQs/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page5_image3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="176" src="http://2.bp.blogspot.com/-UUhnGh5mtUM/UPKfQ8MLRQI/AAAAAAAABBI/YSvlncsPhQs/s320/Vol.+II-04+NOV+2012_page5_image3.jpg" width="320" /></a></div><br /><div style="text-align: justify;">Komandan Ekspedisi 33 YL Sunita Wlliams KD5PLB difoto segera sesudah turun dari kapsul pendarat Soyuz TMA 05M</div><div style="text-align: justify;">Dokumentasi: ROSCOSMOS</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Seperti juga ekspedisi-ekspedisi terdahulu, wahana Soyuz TMA-05M yang membawa pulang awak Ekspe- disi 33 (yang terdiri dari Komandan Sunny Williams KD5PLB serta Flight engineers Yuri Malelenko RK3DUP dan Akihiko Hoshide KE5DNI) mendarat di steppa (padang rumput) di timur laut kota kecil Arkalyk di Kazakhstan pada jam 08:56 p.m. EST (07:56 pagi hari Senin 12 November 2012 waktu Kazakhstan). Kembalinya Sunita, Hoshide dan Malenchenko ini mengakhiri masa 127 hari sejak peluncuran ketiganya dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan pada July 15, 2012, termasuk 125 hari masa hunian mereka di ISS. Sebelum bertolak balik ke Bumi mereka bertiga meng- gelar acara perpisahan dengan Kevin Ford KF5GPP, Evgeny Tarelkin dan Oleg Novitskiy yang meneruskan tinggal di ISS sebagai Ekspedisi 34 dengan Kevin sebagai Komandannya.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Mengakhiri Ekspedisi 33 ini Sunita Williams mencatat jumlah total 322 hari di antariksa (dengan 2x “masa hunian” di ISS). Sebelum ini Sunny pernah bertugas sebagai flight engineer pada Ekspedisi 14/15 (9 De- sember 2006 s/d 22 Juni 2007), dan selama karirnya sebagai angkasawati telah melakukan “jalan-jalan di angkasa” (spacewalk) selama 50 jam 40 menit, terma- suk 3x selama Ekspedisi 32/33.</div><div style="text-align: justify;">Bagi astronaut JAXA/Japan Aerospace Exploration Agency Akihiko Hoshide, ini adalah kunjungan keduanya ke ISS, setelah sebelumnya (2008) sebagai mission specialist STS-124 pada wahana angkasa Dis- covery ikut dalam proses serah terima dan instalasi modul bertekanan Kibo (buatan JAXA) di ISS, sedang- kan Komandan Soyus Yuri Malenchenko mencatat 642 hari di antariksa, yang menempatkannya sebagai pe- megang rekor nomor 7 dalam daftar “ketahanan hidup/life endurance” di lingkungan tanpa bobot (zero gravity) selama di ISS.</div><div style="text-align: justify;">Malenchenko meng”angkasa” pertama kalinya di ta- hun 1994 sebagai awak stasiun angkasa Mir (= Peace) dan sudah 4x menghuni ISS.</div><div style="text-align: justify;">Tiga awak Ekspedisi 34 lainnya yang terdiri dari Tom Marshburn (NASA), Chris Hadfield (CSA/Canadian Space Agency) dan Roman Romanenko (Roscosmos) menyusul pada 19 Desember 2012, untuk tinggal se- lama 5 bulan di ISS.</div><div style="text-align: justify;">Hadfield nantinya akan menjadi angkasawan Canada pertama yang menjadi Komandan Ekspedisi (# 35) di ISS sewaktu Ford, Novitskiy and Tarelkin kembali ke Bumi pada Maret 2013 ■</div><div style="text-align: justify;"><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-11045212811786408802013-01-13T03:47:00.000-08:002013-01-13T04:10:33.581-08:00Ham Radio in outer space ..... <br /><div style="text-align: justify;"><b>Ham Radio in outer space ..... </b></div><div style="text-align: justify;"><b><br /></b></div><div style="text-align: justify;"><b>Pengantar:</b></div><div style="text-align: justify;">Bagi pembaca yang jeli, SELALU disebutkannya call signs para astronaut dan kosmonot awak berbagai Expeditions ke ISS/International Space Station di kolom ini (termasuk “angkasawan” Malaysia 9W2MUS yang “bareng‐bareng terbang” bersama Expedition 16 ‐ lihat e‐QSP Vol.II.03 edisi OCT 2012) tentu akan menimbulkan pertanyaan, apakah ini suatu kebetulan belaka, ataukah ini memang sesuatu yang sudah dipersiapkan dengan matang sejak beberapa waktu sebelumnya. Tabel berikut ‐ yang disunting dari laman www.ariss.rac.ca/ariscrew.html (aslinya dari situs ARISS Russia, edisi bahasa Inggrisnya difasilitasi oleh RAC/Radio Amateur of Canada) menyiratkan bahwa semua ini memang sudah dipersiapkan JAUH‐JAUH HARI sebelumnya, dan bahkan sudah mencakup 3‐4 tahun ke depan sebagai persiapan bagi Misi “setahun di ISS” di tahun 2015‐2016 y.a.d. [Ed.]</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-Yr1BwAzKNZ8/UPKdoGdi_JI/AAAAAAAABAs/PfkjhOxzd2Q/s1600/ham1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Yr1BwAzKNZ8/UPKdoGdi_JI/AAAAAAAABAs/PfkjhOxzd2Q/s1600/ham1.jpg" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-SMglknr1tzQ/UPKdtjEkW-I/AAAAAAAABA0/cic5IeEa9ts/s1600/ham2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-SMglknr1tzQ/UPKdtjEkW-I/AAAAAAAABA0/cic5IeEa9ts/s1600/ham2.jpg" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Catatan:</div><div style="text-align: justify;">1. Sebuah Ekspedisi biasanya terdiri dari 3 orang awak (Commander + 2 Flight Engineers = Komandan + 2 Juru Tera {Mal.]). Para awak ini tersebut bisa diberangkatkan sebagai sebuah Tim utuh, bisa juga sebagian diterbangkan lebih dulu menggantikan sebagian dari Ekspedisi terdahulu sehingga terjadi overlap seperti terlihat pada Tabel di atas..</div><div style="text-align: justify;">2. Pada Tabel di atas nama‐nama mereka yang pernah lebih dari sekali menghuni ISS di ditulis dengan huruf merah.</div><div style="text-align: justify;">*) [Update 26 November 2012]</div><div style="text-align: justify;">Pada rilis yang diunggah ke laman SpaceRef Daily Newsletter NASA mengumumkan bahwa NASA, Roscosmos (Agensi Ruang Angkasa Federasi Russia/the Russian Federal Space Agency) berserta mitra antarbangsa mereka telah memilih dua orang antariksawan veteran bagi sebuah missi untuk perjalanan ke (dan menghuni) ISS selama satu tahun pada 2015—2016</div><div style="text-align: justify;">NASA memilih Scott Kelly, lahir February 21, 1964 di Orange, NJ, sedangkan Roscosmos memilih Mikhail Kornienko RN3BF, lahir April 15, 1960 di Syzran, Kuibyshev (lihat foto berikut).</div><div style="text-align: justify;">Tidak tercantum pada Tabel di atas adalah sebelum menjadi Komandan pada Ekspedisi 25 Kelly juga disiapkan sebagai back‐up crew bagi Kornienko yang saat itu menjadi Flight Engineer pada Ekspedisi 23/24.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-4ggd2NeZQQQ/UPKeMm3yR4I/AAAAAAAABA8/qnCX5amONYY/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page4_image1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-4ggd2NeZQQQ/UPKeMm3yR4I/AAAAAAAABA8/qnCX5amONYY/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page4_image1.png" /></a></div><div style="text-align: justify;">Astronaut Scott J Kelly dan kosmonot Mikhail Kornienko RN3BF, calon awak Missi “setahun di ISS” di tahun 2015-2016.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Seperti juga ekspedisi‐ekspedisi sebelumnya, Kelly dan Kornienko akan diluncurkan dengan wahana Soyuz dari Kos‐ modrom Baikonur di Kazakhstan pada musim semi 2015, dan akan kembali ke bumi (juga di kawasan Kazakhstan) pada musim semi berikutnya di tahun 2016.</div><div style="text-align: justify;">Missi jangka panjang di Laboratorium orbital tersebut adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik bagaimana tubuh manusia berreaksi (untuk kemudian beradaptasi) dengan lingkungan yang tidak ramah dan “keras” (dalam konotasi “nyaris tak tertahankan/difficult to endure”) di antariksa sana.</div><div style="text-align: justify;">Data yang terkumpul dari missi 12 bulan ini akan sangat membantu proses evaluasi kinerja, kondisi kesehatan fisik maupun emosi para antariksawan, dan akan menentukan langkah‐langkah pencegahan maupun antisipasi yang lebih baik dalam mengurangi resiko terkait eksplorasi ruang angkasa di masa depan, termasuk pada berbagai upaya meretas jalan bagi berbagai missi penerbangan berawak ke orbit bulan, kemudian ke salah satu asteroid, yang akan dipuncaki dengan missi penerbangan berawak ke planet Mars.**)</div><div style="text-align: justify;">Selama 12 tahun keberadaan para antariksawan dari berbagai bangsa dan negara di ISS, para ilmuwan dan peneliti telah mendapatkan berbagai data yang bahkan seringkali mengejutkan tentang dampak gravitasi mikro pada kepadatan tulang, massa otot dan lain‐lain aspek fisiologis manusia, dan dengan missi satu tahun ini diharapkan dapat diperoleh hasil analisis yang jauh lebih rinci tentang dampak samping kecenderungan fisiologis tersebut serta dapat dirumuskan langkah‐langkah antisipasinya.</div><div style="text-align: justify;">Kelly dan Kornienko akan mengawali program pelatihan selama dua tahun di Amerika, Russia dan negeri‐negeri mitra lainnya di awal 1213 ■</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-85060956870020827512013-01-13T03:32:00.001-08:002013-01-13T03:32:39.142-08:00Route panjang pengiriman data Curiosity dari Mars sampai ke Lab JPL/NASA.<b>What more U’R curious to know ABT Curiosity? - Part IV</b><br /><div style="text-align: justify;"><b><br /></b></div><div style="text-align: justify;"><b>Route panjang pengiriman data Curiosity dari Mars sampai ke Lab JPL/NASA.</b></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-76MOkYlzSfg/UPKZK3GhNiI/AAAAAAAAA_E/rWSdSMF3Fik/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page1_image1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-76MOkYlzSfg/UPKZK3GhNiI/AAAAAAAAA_E/rWSdSMF3Fik/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page1_image1.png" width="200" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div><div style="text-align: justify;">DSA-1, parabola berdiameter 35 mtr di New Norcia (lihat text)</div><div style="text-align: justify;">(Disunting dari buletin ESA dan sumber-sumber lain yang dirilis pada 26 November 2012 )</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Selain langsung, moda alternatip bagi pengiriman data yang dipancarkan Curiosity (NASA) dari permukaan Mars adalah dengan direlai lewat wahana antariksa Express milik ESA/European Space Agency yang sudah sepuluh tahunan berada di orbit Mars. Moda ini meru- pakan serangkaian panjang proses relai-merelai sebe- lum data tersebut sampai ke tujuan akhir di Lab. JPL/ NASA di Pasadena, CA. untuk diolah dan dianalisis.</div><div style="text-align: justify;">Pagi 6 Oktober 2012 Express mengarahkan antenanya ke Curiosity (yang stationer di dasar kawah Gale di per- mukaan Mars), yang kemudian selama +/- 15 menit mengunggah datanya ke Express. Beberapa jam ke- mudian — setelah didapatkan slot waktu dan jarak tempuh yang paling “pas” bagi perjalanan sinyal ke Bumi — Express mengarahkan antena parabola Ф 1.7 mtr-nya ke arah Bumi, untuk ‘nge-downlink data-data unggahan Curiosity tadi.</div><div style="text-align: justify;">Sinyal diterima di stasiun penjejak/tracking station ja- ringan ESTRACK*) yang dioperasikan ESA di New Nor- cia, Australia (foto atas) — untuk kemudian diteruskan ke ESA Operations Centre di Darmstadt, Jerman. Dari sinilah data tersebut segera dikirim ke (istilah aslinya: immediately made available to) NASA’s Jet Propulsion Laboratory di California seperti disebut di atas.</div><div style="text-align: justify;">*) ESTRACK (The ESA Tracking Station Network) adalah jaringan setasiun bumi yang menjejaki dan meman- tau satelit dan wahana angkasa lain yang berada di antariksa serta mengirimkan datanya ke Pusat Op- erasi ESA di Darmstadt, Jerman.</div><div style="text-align: justify;">Sampai Desember 2012 ESTRACK mengoperasikan 10 setasiun bumi yang tersebar di 7 negara: Kourou</div><div style="text-align: justify;">(Guyana Perancis), Maspalomas, Villafranca dan Cebreros (Spanyol), Redu (Belgia), Santa Maria</div><div style="text-align: justify;">(Portugal), Kiruna (Swedia), Perth dan New Norcia (Australia) dan Malargüe (Argentina).</div><div style="text-align: justify;">Masing-masing setasiun bumi dilengkapi dengan parabola berdiameter antara 13—15 mtr, kecuali 3 stasiun bumi di 3 Negara: New Norcia (Australia, sejak 2003), Cebreros (Spanyol, 2005) Malarguee (Argentina, 2012) yang dilengkapi dengan DSA (Deep Space Antenna), berupa parabola raksasa berdiameter 35 mtr, berat 610 ton yang berdiri di atas kaki (pedestal) setinggi 40 mtr. seperti yang terlihat pada foto di halaman ini.<br /><br /></div><div style="text-align: justify;">Di samping membuktikan bahwa teknologi Curiosity (yang relatip baru) tetap bisa ’nyambung dan kompati- bel dengan teknologi lawas Express Mars orbiter (diluncurkan 2 Juni 2003 dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan dengan roket Soyuz serie FG, masuk ke lintasan orbit eliptikal 250 km × 150,000 km dengan inklinasi 250 di angkasa Mars pada 25 December, 2003), proses panjang penyampaian data dari permu- kaan Mars sampai ke meja Lab di Pasadena tersebut juga membuktikan adanyya kerjasama yang luwes, mulus dan “bisa jalan” (workable) di antara agensi ek- plorasi antariksa berbagai Negara (NASA dari AS, Roscosmos dari Russia, ESA yang berupa gabungan agensi dari negara-negar Eropa) yang sekitar dua-tiga dasawarsa yang lalu masih saling bersaing dan sangat teguh mengeloni dan merahasiakan “ilmu” dan data masing-masing itu.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Citra Rocknest3 “jepretan” ChemCam.</b></div><div style="text-align: justify;">Dalam data yang direlai lewat Express tersebut termasuk foto-foto berkelas “tremendously interesting” yang diambil pada tanggal 4 Oktober 2012 dengan Chem- Cam Remote Micro-Imager (RMI) yang dilengkapi Laser-Induced Breakdown Spectrometer, yang bekerja de- ngan menembakkan laser ke sasaran tertentu, untuk kemudian materi yang menguap (vaporized) karena tembakan laser tersebut dianalisa komposisi dan struktur kimiawinya.</div><div style="text-align: justify;">Sekedar untuk diketahui, luas area yang dibidik tem- bakan laser tersebut tidak lebih dari 1 mm2 (ulangi:</div><div style="text-align: justify;">1x1 millimeter persegi) dari obyek penelitian berupa bebatuan (cadas) yang diberi nama Rocknest3, yang ditemukan Curiosity di Rocknest, kawasan dimana Curiosity selama sebulan “menjelajah” untuk melaku- kan “tugas penelitian” pertamanya pada sampel tanah dan bebatuan yang di-sekop-nya dari sebuah gumuk (bukit kecil) di dasar kawah Gale itu.</div><div style="text-align: justify;">Selama ini Rocknest3 telah jadi target lebih dari 30 kali observasi (dengan 1500 x tembakan laser).<br /><br /></div><div style="text-align: justify;">Foto-1 berikut adalah citra yang dikirim lewat Express, yang menunjukkan Rocknest3 SEBELUM di”beron- dong” tembakan laser ChemCam.</div><div style="text-align: justify;"><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-gUm6cxaztVc/UPKareQ26wI/AAAAAAAAA_s/EEfhHgEQ6Ik/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page2_image3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-gUm6cxaztVc/UPKareQ26wI/AAAAAAAAA_s/EEfhHgEQ6Ik/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page2_image3.jpg" /></a></div>Foto-1: Citra Rocknest3 seperti yang direlai Mars Express</div><div style="text-align: justify;"><br />Foto ke dua (kanan atas) adalah citra dari obyek yang sama SESUDAH mendapat 5x tembakan laser. Citra ini difokuskan pada titik observasi yang ke-lima (lihat titik- titik observasi pada Foto-3).</div><div style="text-align: justify;">“Citra (image) dari ChemCam ini luar biasa kwalitas- nya, dan gambaran mosaic yang dihasilkan analisa spectrometer ini akan sangat esensiil bagi penafsiran (ilmiah) data-data tersebut”, kata Sylvestre Maurice, Deputy Principal Investigator for ChemCam pada Insti- tut Riset bidang Astrofisik and Planetology (IRAP) di Perancis. “Kombinasi dari pencitraan (imaging) dan analisis ini sudah membuktikan potensinya bagi missi- missi selanjutnya”</div><div style="text-align: justify;"><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-q0X0WUBaYR8/UPKa3Ny0y8I/AAAAAAAAA_0/KXCvaJu6tu4/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page2_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-q0X0WUBaYR8/UPKa3Ny0y8I/AAAAAAAAA_0/KXCvaJu6tu4/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page2_image2.jpg" /></a></div>Foto-2: Rocknest3 SESUDAH ditembak laser dari ChemCam<br /><br /></div><div style="text-align: justify;">Citra ketiga (Foto-3) diproses dari data yang langsung dipancarkan Curiosity dan diterima di Lab. JPL di Pasa- dena, berupa mosaic (susunan beberapa gambar yang dijadikan satu untuk mendapatkan gambaran utuh suatu obyek) menunjukkan lokasi titik-titik sasaran tembakan laser ChemCam di Rocknest3, seperti yang terrekam di kamera RMI.<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-IGm3BExRm44/UPKa_gg_NuI/AAAAAAAAA_8/NZKA6nqBvbU/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page2_image4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-IGm3BExRm44/UPKa_gg_NuI/AAAAAAAAA_8/NZKA6nqBvbU/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page2_image4.jpg" /></a></div>Foto-3: Titik-tik tembakan laser pada Rocknest3</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Untuk melengkapi galeri foto Rocknest3 ini, NASA juga merilis Foto-4 yang diambil dengan lensa wide-angle dari MastCam, kamera yang berada di mast (tiang/ menara) di”punggung” Curiosity. Foto ini memperlihat- kan (dilingkari pada foto di bawah) area yang jadi “sasaran tembak” ChemCam, yang seperti disebut di depan hanya seluas 1x1 m2 dari keseluruhan ukuran Rocknest3 yang sekitar 10 x 40 cm, atau kira-kira se- besar kotak sepatu.■<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-nkfCQrRdi_k/UPKbH0bdE6I/AAAAAAAABAE/xC6pq5F0zcc/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page2_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-nkfCQrRdi_k/UPKbH0bdE6I/AAAAAAAABAE/xC6pq5F0zcc/s1600/Vol.+II-04+NOV+2012_page2_image1.jpg" /></a></div>Foto-4: Rocknest3, yang cuma seukuran kotak sepatu. (dalam lingkaran adalah sasaran observasi ChemCam, seperti terlihat di foto-foto 1, 2 dan 3)</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><br />unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-68480561817532592592013-01-13T03:19:00.001-08:002013-01-13T03:19:16.287-08:00Sekapur Sirih .....Tahun II edisi 04, Nov 2012<b>Sekapur Sirih .....Tahun II edisi 04, Nov 2012</b><br /><br /><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Dear e‐QSP readers,</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Meneruskan “tradisi” di tiga penerbitan e‐QSP ter‐ akhir, edisi akhir tahun 2012 ini juga diawali dengan liputan tentang Mars Rover Curiosity yang mengangkat tentang betapa maju teknologi fotografi dan pe‐ ngiriman data (berupa imaji/citra) yang menunjang proyek ini ‐ yang sekaligus juga menyiratkan betapa erat kerjasama yang dijalin Agensi keantarriksaan berbagai Negara, yang tidak lagi dibatasi bermacam sekat politis‐ideologis seperti di era Perang Dingin doeloe.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">MARS One, proyek ambisius yang melibatkan angka‐ sawan negri jiran Dr. Sheikh Muszaphar 9W2MUS sebagai duta‐nya (lihat lagi e‐QSP edisi II‐03) dielaborasi lebih jauh di kolom Ham Radio in outerspace, yang juga mengunggah daftar nama (dan callsign) para as‐ tronot/kosmonot awak Ekspedisi 1 s/d 41.</div><div style="text-align: justify;">BTW, musim hujan di Bogor yang oleh BMKG disebut sebagai yang terbesar selama 30 tahun terakhir ini praktis membuat 2‐3 bulan belakangan ybØko tidak pernah uthak‐athik ‘ngeksperimen antena seperti bi‐ asanya, jadi mohon dimaklumi kalau kolom Antenna‐ Mania absen dari edisi ini.</div><div style="text-align: justify;">Dan, tentunya jangan dilewatkan berbagai KIPRAH yang laik sorot dari para penggiat Radio Amatir anak negri di penghujung tahun 2012 ini.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Selamat membaca, and as always: pse ENJOY .. !!!</div><div style="text-align: justify;">[Ed.]</div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-27565916177993580012012-12-01T09:56:00.003-08:002012-12-01T09:56:44.762-08:00Ben S Samsu YBØEBS ( SK )<b>O B I T U A R I </b><br /><b><br /></b><br /><div style="text-align: justify;"><b>Ben S Samsu YBØEBS ( SK )</b></div><div style="text-align: justify;"><b><br /></b></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-Swi96qc86hY/ULpENc-IOXI/AAAAAAAAA-Q/XfmPnTDC9nE/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page10_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Swi96qc86hY/ULpENc-IOXI/AAAAAAAAA-Q/XfmPnTDC9nE/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page10_image2.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Pada hari Jum'at 5 Oktober 2012 OM Ben S Samsu YBØEBS telah dipanggil kembali ke haribaan Sang Khalik- nya. Beliau disemayamkan di QTH Jl Flamboyant no 17 Rempoa, Ciputat — sebelum selepas sholat Jum'at dibe- rangkatkan ke peristirahtan terakhir di TPU Giri Tama, Tonjong, Bogor.</div><div style="text-align: justify;">Selain dikenal sebagai salah seorang pionir Packet Radio di Indonesia, beliau juga sempat duduk pada berbagai posisi kunci dalam jajaran Pengurus ORARI PUSAT, a.l. sebagai Ketua I pada kengurusan ORPUS Masa Bakti 1986-1991. Pada posisi ini beliau bekerja saling mengisi de- ngan Ketua umum Barata YBØAY, yang salah satu pro- gramnya adalah membentuk Tim Safari untuk melakukan pembinaan pada tingkat Manggala ke ORDA (dan ORLOK) di daerah-daerah. Materinya a.l. regulasi radio amatir, prosedur operasi, pengetahuan tentang DX-ing dan pe- ngetahuan dasar teknik radio.</div><div style="text-align: justify;">Tim ini beranggotakan empat orang: Barata YBØAY sendiri, Ben S Samsu YBØEBS, Erlangga Suryadarma YBØBZZ dan Faisal Anwar YBØPR.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>KONFERENSI IARU REGIONAL III KE VIII</b></div><div style="text-align: justify;">Pada 8 – 12 Oktober 1991 di Bandung berlangsung the</div><div style="text-align: justify;">8th IARU Region III Conference.</div><div style="text-align: justify;">Konferensi diselenggarakan di hotel Savoy Homann dan dibuka oleh Ir Azwar Anas selaku MenParpostel (a.i.), dengan delegasi Indonesia yang terdiri dari Ben S Samsu YBØEBS, Soegito YFØAL, Sriwijaya Mertonegoro YBØBNB, dan Sunarto YBØUSJ, sedangkan Barata YBØAY bertindak sebagai Honorary Chairman. </div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>WARC 1992</b></div><div style="text-align: justify;">Tahun 1992 ORARI untuk pertama kali diikut sertakan sebagai anggota delegasi Indonesia pada WARC (World Administrative Radio Conference) di Malaga, Terremorenos, Spanyol pada 3 Februari s/d 3 Maret 1992.</div><div style="text-align: justify;">Ben S Samsu YBØEBS dikirim untuk mewakili ORARI, yang karena kesulitan dalam bidang pendanaan dengan dibekali Surat Tugas dari Sekretariat Negara (Sekneg) bertindak juga sebagai utusan pemerintah Republik Indonesia.</div><div style="text-align: justify;">Keikut sertaan ORARI dalam WARC 1992 tersebut mendapat sambutan yang cukup besar dari IARU dan organisasi amatir radio dunia lainnya, terbukti dengan kesediaan IARU Pusat (yang mengetahui adanya masalah pendanaan) untuk memberikan dukungan dana bagi kebutuhan wakil ORARI/pemerintah RI selama di Spanyol.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Sebagai hasil MUNAS-VI, 7 – 10 Juli 1996 di Hotel GA- RUDA, Yogyakarta Ben S Samsu YBØEBS terpilih sebagai Sekretaris DPP pada kepengurusan ORARI PUSAT Masa Bakti 1996-2001.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Menjalani masa pensiun, secara bertahap beliau me- ninggalkan pola kehidupan duniawi untuk lebih khusuk berkhalwat ke hadapan Allah SWT, yang a.l. beliau laku- kan dengan menghibahkan SELURUH perlengkapan radio amatirnya ke ORARI Pusat (waktu itu masih di Karang Tengah, Lebak Bulus).</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Selamat jalan, OM Ben …. Beristirahatlah dengan tenang di haribaan Khalikmu ■</b></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-42576445255421565402012-12-01T09:49:00.001-08:002012-12-01T09:49:57.195-08:00YB-landers CQWW DX Contest 2012 - SSB<br /><div style="text-align: justify;"><b>DX-ers’ corner ..... </b> </div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>YB-landers CQWW DX Contest 2012 - SSB </b> </div><div style="text-align: justify;"> </div><div style="text-align: justify;">Jumlah peserta YB-landers pada CQWW DX Contest 2012 - SSB, Sabtu 00:00 UTC s/d Minggu 23:59 UTC tanggal 27 –28 Oktober 2012 yang lalu sepertinya merupakan rekor tersendiri dalam sejarah keikutser- taan amatir radio Indonesia pada era 2000an ini. Di samping kolsen- kolsen “langganan”, tercatat juga kolsen-kolsen yang baru “setor muka” pada kontes akbar kali ini. Laman</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://www.cqww.com/index.htm">http://www.cqww.com/index.htm</a> mencatat tidak kurang dari 61 stasiun peserta, baik sebagai setasiun klub (7 clubs: YEØX, YB1C, YE2R, YE2W, YE3J, YB5ZY, YB8C) maupun atas nama perorangan, yang demografi per call area-nya bisa diamati sbb.:</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Call Area Ø: YBØBCU, YBØCOU, YBØCOX, YBØDJ, YBØJZS, YBØMZI/4, YBØNDT, YBØNFL, YCØIEM, YCØOST, YCØOXA, YCØQR (12); Call Area 1: YB1AQD, YB1AR, YB1BGI, YB1JYL, YB1KI, YB1LZ, YB1RW, YB1UUN, YC1BFZ, YC1BRS, YC1BTJ, YC1BYM, YC1EGP, YC1ELI, YC1HLT, YC1LA, YD1BSL, YD1ELL, YF1FTK (19); Call Area 2:YB2ECG, YB2WVK, YC2FAJ, YC2YTH/ QRP (wow !!!), YD2TDA (5); Call Area 3: YB3GXS, YB3IZK, YB3OX, YE3AA (4); Call Area 4: YF4IJ (1); Call Area 5: (none), Call Area 6: YB6DE, YC6EI, YC6JRT (3); Call Area 7: YB7BIM, YB7SKM (2); Call Area 8: (none); Call Area 9: YB9WAN, YB9WZJ, YB9YFT, YC9WFP, YC9YBL, YG9RGA, YG9RHT (7) + YB3MM yang ikut serta sebagai YB/ON8VC/MM</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Seperti di”ramalkan” sejak awal, Battle of Two Giants terjadi di kategori paling bergengsi: Multi-Op-Multi-Transmitter dengan total scores sbb. :</div><div style="text-align: justify;">Multi-Op Multi-transmitter</div><div style="text-align: justify;">ZM4T 11,950,861</div><div style="text-align: justify;">KH6MB 10,931,620</div><div style="text-align: justify;">YE2R 9,392,080</div><div style="text-align: justify;">YEØX 8,658,968</div><div style="text-align: justify;">VK1CC 5,057,761</div><div style="text-align: justify;">DX1M 4,467,190</div><div style="text-align: justify;">WH2DX 3,743,000</div><div style="text-align: justify;">VK3HF 548,055</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Walau ada beda tipis antara perhitungan Total score di laman cqww.com dengan yang terrekam pada sreen shots berikut (TNX, OM Jo YCØLOW), betapapun kedua “deretan angka” tersebut cukup “berbicara” (are self explanatory, kata orang sebrang ;-) ...</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-Bg2CzPMgyPc/ULpCVuL3nGI/AAAAAAAAA-I/CJ_WyuIUOuA/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page10_image1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-Bg2CzPMgyPc/ULpCVuL3nGI/AAAAAAAAA-I/CJ_WyuIUOuA/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page10_image1.png" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Dengan perolehan score seperti di atas, Tim the Dragon-ers YE2R berhasil mendongkrak score mereka pada CQWW 2011: 4,801 QSO/Total Score 7,621,077 untuk dengan meyakinkan tetap BISA</div><div style="text-align: justify;"> mempertahankan ranking YB #1/OC #3 (!)</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Congratz, guys … you made it !!!</b></div><div style="text-align: justify;">(seperti juga yang dilakukan “naga” satunya dari Jawa Tengah: Chris the DRAGON John di Marina Bay, S’pore) [Ed.]</div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-20912945700369157032012-12-01T09:37:00.000-08:002012-12-01T09:38:30.421-08:00W5GI, the “Mistery“ Antenna<br /><div style="text-align: justify;"><b>obrolan AntennaManIa</b></div><div style="text-align: justify;"><b><br /></b></div><div style="text-align: justify;"><b>W5GI, the “Mistery“ Antenna</b></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><i>Pengantar:</i></div><div style="text-align: justify;"><i>Pada salah satu posting di FB KOMUNITAS ANTENA INDONESIA di awal Oktober ini OM Sulwan Dase YB8EIP menyebut tentang pola pancaran (radiation pattern) dari sebuah 3*1/2λ collinear array - yang teoritis “menjanjikan” Gain sebesar 3-5 dBd. Ini mengingatkan Penyunting akan dua jenis antena yang mengadopsi konsep kolinear 3*1/2λ ini, yaitu antena G5RV dan W5GI.</i></div><div style="text-align: justify;"><i>Tentang G5RV sudah banyak ditulis, karenanya di e-QSP edisi ini Penyunting coba untuk mendaur ulang artikel tentang W5GI, yang dengan judul yang sama namun dalam berbagai format yang berbeda pernah mengisi kolom ‘ngobrol-’ngalor-’ngidul ihwal per-antena-an di BeON, kolom tehnik Buletin ORLOK Kebonjeruk, diunggah ulang ke beberapa laman, maupun yang beredar sebagai tulisan lepas ataupun handout yang dibagikan pada beberapa acara sarasehan, paparan maupun peragaan [Ed.]</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Seperti juga antena G5RV yang mendapatkan nama- nya dari callsign Louis Varney — sang penemu — demikian juga rancangan antena multibander yang pantas dibilang “paling anyar” (dibanding rancangan multibander lainnya, karena baru diwedar penemunya John P Basiloto W5GI di majalah CQ edisi July 2003) ini.</div><div style="text-align: justify;">Sepintas footprint dan tongkrongannya ‘nggak jauh beda dengan G5RV, karena selain sama-sama men- jadikan frekuensi di sekitar segmen bawah band 20m (14.150 ~ 14.200 MHz) sebagai design frequency, keduanya juga sama-sama memakai 1/2λ matching stub,</div><div style="text-align: justify;">Walaupun pada band 20m keduanya sama-sama me- rupakan 3x half wave collinear antenna, perbedaan utama antara W5GI dengan G5RV adalah Varney mengharapkan pola pancaran (radiation pattern) ber- bentuk 4 cuping (4-lobes) dengan Gain yang merata di 20m (yang bisa didapatkan dari 2 buah 3x half wave yang saling berbeda fasa), sedangkan Basiloto lebih menginginkan sebuah broadside array dengan pola pancaran berbentuk 6 cuping (6-lobes).</div><div style="text-align: justify;">Untuk mendapatkan karakter pancaran 6-lobes seperti itu W5GI menggunakan potongan kabel coax sebagai pembalik fasa pada masing-masing sayap (bandingkan dengan pada G5RV dimana satu sayap berbeda fasa dengan yang satunya), atau seperti ditulisnya dengan merujuk artikel James E Taylor W2OZH tentang antena “COCOA (Collinear Coaxial Array)” (majalah 73 Amateur Radio, August 1989) yang mengilhaminya untuk mengembangkan the “Mistery” Antenna ini:</div><div style="text-align: justify;"><i>In its standard configuration, a collinear antenna uses phase reversing stubs added at the ends of a centerfed dipole. These stubs put the instantaneous RF current in the end elements in phase with that in the center ele- ment. You can make these phase reversing stubs from open wire line or coaxial cable.</i></div><div style="text-align: justify;"><i>However, according to James E. Taylor W2OZH — when </i><i>you apply a RF voltage to the center conductor at the </i><i>open end, the stub causes a voltage phase lag of 180 </i><i>degrees at the adjacent coax shield. This happens be</i><i>cause the RF is delayed by one quarter-cycle as it </i><i>passes from left to right, inside the coax to the shorted </i><i>(opposite) end. There’s another quarter-cycle delay as </i><i>the wave passes back from right to left inside the coax </i><i>and emerges on the shield at the open end. Add up the</i></div><div style="text-align: justify;"><i>delays and you get a total time delay of one-half cycle, or 180 degrees. In essence, the coax section serves two purposes: it provides the necessary delay and provides part of the radiating element.</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Secara skematik tongkrongan W5GI bisa digambarkan sebagai berikut:</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-caxA_7QPER0/ULo93W-Y9LI/AAAAAAAAA9I/IMoqORUWBo4/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page7_image9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="59" src="http://4.bp.blogspot.com/-caxA_7QPER0/ULo93W-Y9LI/AAAAAAAAA9I/IMoqORUWBo4/s320/Vol.+II-03+OCT+2012_page7_image9.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Satu sayap (= 1/2 L1 pada gambar) terdiri dari 3 seg- men, masing-masing segmen A = B dari kawat atau kabel biasa sepanjang 1/4λ pada design frequency di 20m (= +/- 5mtr), sedangkan segmen yang di tengah dibuat dari coax RG-58 yang dipotong SAMA PANJANG dengan segmen A dan B (TANPA memperhitungkan VF/ Velocity Factor) — seperti yang bisa diamati pada gambar :</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-3pKqqzdj9BE/ULo-iTjQshI/AAAAAAAAA9Q/8b2HpKOYCNQ/s1600/w5gi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-3pKqqzdj9BE/ULo-iTjQshI/AAAAAAAAA9Q/8b2HpKOYCNQ/s1600/w5gi.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Perhatikan bahwa hanya satu ujung outer braid dari coax (ujung ke arah luar) yang dishort/dikonèk dengan segmen B.</div><div style="text-align: justify;">Bagi yang mau mem-biksen (bikin sendiri), Basiloto menganjurkan untuk membuat sebuah dipole 20m biasa dulu (ukuran satu sayap bisa dihitung dengan rumus L = 71.3/f), yang langsung di-feed dengan coax dan ditala untuk bisa resonan pada design frequency. Sesudah didapatkan ukuran yang tepat (sesuai sikon setempat), fungsikan kedua sayap dipole 20m tersebut sebagai segmen A pada W5GI. Potong kabel lain de- ngan ukuran persis sama dengan segmen A (sebagai segmen B), kemudian potong coax RG-58 (untuk seg- men tengah) dengan ukuran persis sama kedua seg- men lainnya (A dan B).</div><div style="text-align: justify;">Untuk matching stub (L2 pada gambar) Basiloto meng- gunakan 300 ohm Ribbon Type TV feeder (Radio Shack P/N 15-1175), dengan VF/velocity factor 0.8, tetapi Basiloto juga bilang bahwa any parallel balanced wire bisa dipakai (kalau tidak ketahuan berapa VF-nya — seperti pada open wire biksen — tentunya ukuran yang pas mesti dicari dengan cara trial & error.)</div><div style="text-align: justify;">Pasangkan L2 di feedpoint, kemudian coba cek apakah penunjukan SWR tidak berubah – atau kalau perlu adjust kembali ukuran L2 sampai ditemukan SWR yang terbaik.</div><div style="text-align: justify;">Seperti juga Varney G5RV, Besoloto menganjurkan ketinggian feedpoint sekitar 8 mtr (25 ft) sebagai ke- tinggian minimal pada waktu penalaan pertama.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Penunjukan SWR di 80 ~ 6m</b></div><div style="text-align: justify;">Pada prototype-nya, Basiloto yang ‘ngebahan antenanya dari kawat #14 (1.6 mm) mendapatkan pola SWR sbb.:</div><div style="text-align: justify;">80m 1 : 1.5 ~ 3.5 (500 KHz)</div><div style="text-align: justify;">40m sekitar 1 : 1.9</div><div style="text-align: justify;">20m sekitar 1 : 1.5</div><div style="text-align: justify;">15m 1 : < 3</div><div style="text-align: justify;">10m 1 : 1.8 (di 28.35 MHz)</div><div style="text-align: justify;">6m 1 : 1.2 ~ 2.3 (2.5 MHz)</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Di WARC-band pun (kecuali di 30m, di mana SWR bisa melonjak sampai 1 : > 5) penunjukkan SWR bisa dite- kan sampai 1 : < 1.9. Bandingkan dengan pada G5RV, yang selain di 20m (tanpa menggunakan ATU) penun- jukan SWR bisa-bisa nggak akan pernah bisa lebih ren- dah dari 1 : 3 (!!!)</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>The “Mistery “Antenna</b></div><div style="text-align: justify;">Tertarik hasil uji-coba W5GI dengan prototypenya, Dean W9ZLS membuat sekitar selusin duplikat dengan menggunakan bahan yang berbeda-beda untuk elemen dan stub-nya.</div><div style="text-align: justify;">Setelah selang beberapa waktu Dean (dan rekan lain yang ikutan mencoba dengan W5GI versi masing- masing) juga mengkonfirmasikan kinerja yang tidak jauh berbeda dari versi prototype.</div><div style="text-align: justify;">Rod WA9GQT yang QRP-er menjajalnya di topband (160m) sebagai sebuah top-loaded Marconi, dan mela- porkan kemampuan receiving yang cukup baik dan lebih hening (less noisy) ketimbang antena 160m lain yang pernah dipakainya.</div><div style="text-align: justify;">Lho, kalau hasilnya memang begitu menjanjikan, lantas kenapa W5GI sendiri menyebut rancangannya sebagai sebuah “Mistery”?</div><div style="text-align: justify;">Ini lantaran dia sendiri tidak bisa menerangkan bagai- mana dan dari mana antena ini bisa bekerja sebagai an excellent performer seperti itu — pada hal semula dia sekedar mengharapkan sebuah G5RV yang bisa bekerja sebagai sebuah 6-lobes broadside array .</div><div style="text-align: justify;">Salah satu akal-akalan yang orisinil darinya adalah ti- dak seperti biasanya (pada urusan yang berkaitan de- ngan panjang coax), dalam memotong coax sebagai pembalik fasa tersebut VF-nya TIDAK perlu diperhitungkan.</div><div style="text-align: justify;">Tiga rekannya yang mencoba menyimulasikan antena ini di komputer mereka dengan berbagai parameter dan sikon yang berbeda (bahan, ketinggian feedpoint, jenis tanah di bawah bentangan antena, dll.) ternyata mendapatkan “bacaan” yang disamping saling ber- beda, juga cukup jauh dari hasil uji-coba nyata dan praktek lapangan yang dilakukan Besoloto, yang mem- perkuat kilahnya bahwa memang ada misteri yang be- lum bisa terungkapkan dibalik keberhasilannya. Pengamat per-antena-an seperti Claudio Re, I1RFQ dan Jan Gunmar, SMØAQW mencoba mengaitkan temuan W5GI ini dengan rancangan lawas sleeve antennas, yang sudah disebut-sebut di literatur per-antena-an sejak dekade 40an (a.l. buku Antennas, Transmission Lines and Waveguides dari RWP King cs., 1946), yang diagramnya seperti berikut:</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-nDeW9CIwCck/ULo_BYUcREI/AAAAAAAAA9Y/9uo98xSaX1w/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page8_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-nDeW9CIwCck/ULo_BYUcREI/AAAAAAAAA9Y/9uo98xSaX1w/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page8_image1.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Gambar di atas (diambil dari situs AntenneX) sepintas memang menunjukkan kemiripan dengan W5GI, tetapi tidak didapat penjelasan tentang fungsi coaxial cable yang diselipkan diantara dua segmen dan bagaimana detil penyambungannya.</div><div style="text-align: justify;">Cara penyambungan coax yang agak mirip bisa ditemui pada cara penyambungan coax (sebagai bagian dari radiator) ke pigtail pada rancangan double bazooka, tapi rasanya ini lebih relevant untuk menerangkan sifat broadband dari rancangan antena (manapun) yang menggunakan potongan coax sebagai radiator (atau bagian dari radiator).</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>W5GI di ybØko</b></div><div style="text-align: justify;">SWR plot the “Mistery” Antenna menyemangati niatan ybØko untuk mengadopsi kiat W5GI dalam mengem bangkan sebuah antena Multiband 80-10m yang bisa memenuhi 4 butir design parameters:</div><div style="text-align: justify;">1. Bentangan tidak lebih dari 2 x 10 mtr</div><div style="text-align: justify;">2. Cukup broadband sehingga tidak “sangat tergantung” pada penggunaan ATU.</div><div style="text-align: justify;">3. Cukup efisien di band 80m di mana bentangan antena ≤ 1/4λ;</div><div style="text-align: justify;">4. Dapat dibuat (sendiri) dari dan dengan bahan yang mudah didapat oleh — dan dengan harga yang ter- jangkau bagi — para pembiksen (homebrewer)</div><div style="text-align: justify;">5. Pembuatannya tidak merepotkan mereka dengan kemampuan dan peralatan berhasta karya yang serba “pas-pasan”.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">·Beberapa trik yang teringat adalah a.l. :</div><div style="text-align: justify;">1. Instalasi dilakukan dengan menekuk (bending) ujung-ujung bentangan antena sehingga didapatkan konfigurasi bent dipole (serupa Inverted U), untuk mendapatkan efek capacitive loading (yang dapat memperpendek ukuran fisik elemen), sehingga bisa didapat bentangan yang tidak lebih dari 20 mtr (parameter # 1)</div><div style="text-align: justify;">2. Untuk membuatnya lebih broadband· (parameter # 2) diupayakan untuk menurunkan Q-factor dengan memperbesar diameter masing-masing segmen A dan C. Segmen A yang semula berupa single wire diganti dengan kabel speaker kabel Monster 2x80, sedangkan segmen C diganti dengan 3-wire yang diparalel.</div><div style="text-align: justify;">3. Segmen A yang sekarang terdiri dari dua ler kawat tersebut di short di kedua ujung (= diparalel) untuk meng-simulasi-kan sepotong large diameter wire, sedangkan penggunaan multi-wire pada segmen C diadaptasi dari rancangan Double Bazooka yang terkenal broadband itu.</div><div style="text-align: justify;">4. Pelebaran bandwidth akibat turunnya Q-factor ini diharapkan dapat menggeser titik resonan tiap seg- men, sehingga terjadi log periodic effect yang ber- peran pula pada upaya broadbanding keseluruhan konfigurasi antena.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Lewat beberapa tahap uthak-athik maka jadilah tong- krongan “baru” seperti bisa diamati pada gambar beri- kut, yang di samping kinerjanya nyaris tak berbeda dengan W5GI asli, sedikit banyak juga bisa memenuhi kelima design parameters yang disebut di depan.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-Z_MX1qbDy64/ULo_V12HzQI/AAAAAAAAA9g/yHacWhwWygA/s1600/w5gi+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Z_MX1qbDy64/ULo_V12HzQI/AAAAAAAAA9g/yHacWhwWygA/s1600/w5gi+2.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;"><b>Pengerjaannya</b></div><div style="text-align: justify;">ybØko mengambil jalan pintas dengan memathok ukuran 5 mtr bagi masing-masing segmen, tapi buat “the perfectionist” pengerjaan bisa diawali dengan membuat dulu sebuah dipole untuk band 20m dari kabel/kawat biasa (seperti dianjurkan Basiloto di de- pan) untuk mendapatkan ukuran bagi segmen tengah (yang dari coax).</div><div style="text-align: justify;">Berikutnya adalah ‘ngebahan untuk Segmen A dan C, yang dari apapun bahan untuk membuatnya (seperti yang ybØko contohkan dengan memakai kabel speaker dan kabel 3-wire untuk masing-masing segmen), usa- hakan untuk mendapatkan titik resonan di bawah — tarohlah di frekuensi 14.000 MHz untuk segmen A — dan di atas — misalnya di 14.350 MHz untuk segmen C — untuk mendapatkan cakupan 350 KHz sepanjang band 20m itu.</div><div style="text-align: justify;">Sebagai matching stub ybØko juga memakai 8.5 meter Radio Shack type 15-1175 (300 ohm low-loss foam dielectric TV-Twinlead), walaupun seperti disebutkan di depan matching stub ini bisa dibikin dari parallel open wire jenis apapun —- termasuk tentunya yang swayasa/ biksen — cuma aja mesti tlatèn untuk mencari ukuran panjang yang pas kalau tidak diketahui berapa nilai VF- nya.</div><div style="text-align: justify;">Maka jadilah tongkrongan seperti di atas, yang begitu dicoba (pada ketinggian feedpoint dan kedua ujung sekitar 10 meter), ternyata menunjukkan kinerja yang nyaris memenuhi ekspektasi: di sepanjang band 80 m yang 400 kHz tersebut SWR tidak bergerak mele- wati 1:1.8, sedangkan di 40 m SWR bener- bener flat 1:1 dari 7.000 — 7.100 MHz. Agak mencengangkan adalah SWR 1:1.4 di sepanjang band 20m yang 350 KHz itu, karena dengan design frequency yang justru di band ini semula diharapkan SWR di sini bisa 1:1.2. Di 15 m dan voice segment 10 m (28.500 MHz ke atas) didapatkan SWR 1:<1.4.</div><div style="text-align: justify;">Sebenarnya concern ybØko lebih pada kinerja di low- band (80/40m), karena bagi mereka yang memang lebih rutin main di hi-band tentunya akan lebih praktis untuk bikin individual Gain Antenna di masing-masing band dengan ukuran (dan cara pengerjaan) yang re- latip lebih terjangkau untuk dikerjain atau di-biksen</div><div style="text-align: justify;">sendiri.</div><div style="text-align: justify;">Menyimpang ‘dikit dari parameter 2, betapapun — teru- tama buat mereka yang senang hopping from-one- band-edge-to-the other-band-edge (misalnya dari seg- men CW ke segmen Phone) — yang perlu dipertimbang- kan adalah penggunaan ATU/Antenna Tuning Unit, se- mata untuk memastikan maximum transfer enerji RF dari output rig (yang unbalanced dengan low imped- ance) ke matching stub (yang balanced), dan untuk men”jinak”kan reaktans — yang berbeda-beda dari band satu ke band lain — yang muncul di pangkal matching stub, karena pada band-band selain 20m dengan ukuran panjang elemen yang “nyleneh” itu be- sar kemungkinan titik resonan (dengan SWR yg “full” 1:1) akan jatuh agak jauh dari frekuensi kerja yang dikehendaki di band manapun.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>DX-ing ???</b></div><div style="text-align: justify;">Kalau sekedar untuk liputan (coverage) dari Sabang sampai Merauke — dari NAD sampai Papua — saja, dengan konfigurasi perlatan dan instalasi yang bisa diupayakan rata-rata amatir anak negri (misalnya ke- tinggian feedpoint sekitar 10 meteran, Power output sekitar 50-80 watt-an, plus kondisi propagasi yang ber- sahabat), rasanya W5GI ini masih bisa diandalkan un- tuk dijajal di semua band (80-10m).</div><div style="text-align: justify;">Untuk ‘nge-DX, paling tidak ada 2 (+ 1) faktor yang harus dicermati dari sebuah antena (jenis atau model apapun): take off angle, directivity (+ gain) pada masing-masing band.</div><div style="text-align: justify;">Untuk antena dengan polarisasi horizontal seperti W5GI ini berlaku aksioma per-antena-an HF yang me- nyebutkan: the higher is the better - makin tinggi makin baik, tapi harus diingat pula aksioma lain: KECUALI bisa memposisikan feed point (minimal) pada ketinggian free space di masing-masing band, JANGAN HARAP bakal bisa mendapatkan take off angle (sudut pancar) yang rendah (low take off angle) dan directivity (pengarahan) yang tegak lurus (perpendicular) terha- dap arah bentangan antena — terutama di hi-bands — karena tambah rendah posisi feed point tambah tinggi sudut pancarnya serta makin cenderung omni direc- tional pula arah pancarannya, apalagi dari awal W5GI mengharapkan pancaran broadside dengan 6-lobes seperti disebut di awal tulisan.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Seperti disebut juga didepan, perolehan Gain 3~5 dBd bisa diharapkan di band 20m ke atas.</div><div style="text-align: justify;">Akhir-ul-kalam ..<i> it’s still room to explore, bro’ ~ to have one of your own, customized for your own SIKON (budget, available space, favorite bands ...)</i>, atau menuruti “bahasa iklan” dari John Basiloto W5GI (SK) sendiri:</div><div style="text-align: justify;"> It’s a SIMPLE design</div><div style="text-align: justify;"> It’s EASY to construct</div><div style="text-align: justify;"> It works WELLl (!)</div><div style="text-align: justify;">So ..., knowing all these,</div><div style="text-align: justify;">kenapa tidak di-coba untuk men-coba-nya?</div><div><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-52879006801965801302012-12-01T09:22:00.001-08:002012-12-01T09:22:38.132-08:009W2MUS “Angkasawan” pertama dari kawasan ASEAN<b>Ham Radio in outer space .....</b><br /><div style="text-align: justify;"><b><br /></b></div><div style="text-align: justify;"><b>Dr Sheikh Muszaphar Shukor 9W2MUS</b></div><div style="text-align: justify;"><b>“Angkasawan” pertama dari kawasan ASEAN</b><br /><b><br /></b></div><div style="text-align: justify;">5 TAHUN YANG LALU, pada tnggal 10 Oktober 2007 Sheikh Muszaphar Shukor 9W2MUS (bersama Peggy Whitson KC5ZTD dan Yuri Malenchenk o RK3DUP) sebagai awak Expedition 16 dengan meng gunakan wahana angkasa Soyus TMA-11 berangkat meninggalkan landasan peluncuran kosmodrom Baikonur menuju stasiun angkasa antarbangsa ISS. Peluncuran ini membuatnya menjadi putra bangsa ke- banggaan kerajaan dan rakyat Malaysia, sebagai ang- kasawan (istilah Malaysia untuk astronaut) dan AMATIR RADIO pertama dari kawasan ASEAN yang “berjaya” melewati berbagai ujian untuk memenangi kwalifikasi sebagai astronaut/kosmonot sesuai stan- dard (yang berlaku) antarbangsa.</div><div style="text-align: justify;">Muszaphar (atau yang akrab dengan panggilan Amus di lingkungan kerabat dan sobih dekatnya) “menghuni” ISS selama 9 hari (dari total nyaris 11 hari di ruang angkasa), dan kembali ke Bumi pada 21 October 2007 dengan Soyuz TMA-10 bersama 2 orang awak Expedition 15 yang memang sudah waktunya untuk “aplusan”.<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-ni39kqRezrs/ULo6aHyH5UI/AAAAAAAAA8g/Nt6zuETAyT4/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page5_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ni39kqRezrs/ULo6aHyH5UI/AAAAAAAAA8g/Nt6zuETAyT4/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page5_image1.jpg" /></a></div><i>Sheikh Muszaphar memanfaatkan kondisi Zero-G dalam kabin ISS untuk berpose a’la Superman ber”jubah” bendera Malaysia.</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Datuk Dr Sheikh Muszaphar Shukor 9W2MUS yang berdarah Arab-Minang-Melayu (lahir di KL, 27 July 1972) adalah Dokter spesialis bedah ortopedi lulusan Fakultas Kedokteran Universiti Kebangsaan Malaysia.</div><div style="text-align: justify;">Gelar S1-Kedokteran diambilnya di Kasturba Medical College, Manipal, India sesudah menamatkan SLTA-nya di Maktab Rendah Sains MARA di Muar (dekat KL, ibu kota Malaysia).</div><div style="text-align: justify;">Sebagai Dokter di tahun 1998 Sheikh Muszaphar bertu- gas di Rumah Sakit Seremban, sebelum kemudian pin- dah ke RSU Kuala Lumpur di tahun 1999, yang berlanjut ke RS Selayang (2000 - 2001).<br /><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Jadi “Angkasawan”</b></div><div style="text-align: justify;">Pengiriman astronot Malaysia ke angkasa luar merupakan bagian dari skema “imbal balik” paket pembelian 18 buah pesawat tempur Sukhoi Su-30 MKM dari Russia oleh pemerintah kerajaan Malaysia pada tahun 2003.</div><div style="text-align: justify;">Pada awal 2006 Sheikh Muszaphar dan tiga orang lainnya berhasil lolos dari penyaringan yang meliputi kelayakan akademik, ketahanan fisik, emosi, dan mental yang dilakukan “Jawatankuasa Pemilihan Angkasawan” fihak Russia (Roscosmos), yang diikuti oleh tidak kurang dari</div><div style="text-align: justify;">11.275 pendaftar. Empat orang calon yang terpilih terse- but diikutkan dalam diklat bagi calon kosmonot di Ga- garin (d/h Star) City, Russia.</div><div style="text-align: justify;">Selesai menjalani 18 bulan pelatihan Sheikh Muszaphar ditetapkan sebagai calon kosmonot utama, dengan Faiz Khaleed (juga seorang Dokter) sebagai cadangan.</div><div style="text-align: justify;">Pada bulan Juni 2007 ia juga menjalani pelatihan tam- bahan untuk memenuhi kwalifikasi sebagai astronaut NASA di Johnson Space Center, sebelum akhirnya pada 17 September 2007 resmi diumumkan bahwa Sheikh Muszaphar akan mengangkasa dengan Soyuz TMA-11 sebagai space flight participant*) pada Expedition 16.<br /><br /></div><div style="text-align: justify;"><i>*) Dalam dokumen berbahasa Inggris yang dirilis fihak Roscosmos/Russian Federal Space Agency maupun NASA, serta pada berbagai briefing dengan media keikut sertaan dan peran Sheikh Muszaphar pada penerbangan Ekspedisi 16 tersebut disebut dengan istilah spaceflight participant. Betapapun, berbicara di depan media Malaysia, Dubes Russia untuk Malaysia Alexander Karchava menegaskan </i><i>bahwa Sheikh Muszaphar “is a "fully-fledged cosmonaut".Demikian juga pada kesempatan lain pada wawancara dengan media Malaysia Robert Gibson yang mantan astronaut NASA menyatakan bahwa Sheikh Muszaphar adalah “fully qualified as an astronaut”, dan karenanya seharusnya disebut seperti itu.</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Penerbangan ke angkasa luar (= angkasa lepas [Mal.]) </b><br />Pada pukul 13:22 UTC, Rabu 10 Oktober 2007 wahana angkasa Soyuz TMA-11 yang membawa Komandan Ekspedisi 16 Peggy A. Whitson, Flight Engineer Yuri Malenchenko dan Sheikh Muszaphar meluncur dengan mulus menuju ISS.</div><div style="text-align: justify;">Sebagai dokter, selama di ISS Sheikh Muszaphar melaku- kan berbagai percobaan di bidang medis, a.l. karakter- istik dan perkembangan sel-sel sirosis/kanker hati dan leukemia serta kristalisasi berbagai protein dan mikroba pada gravitasi rendah.<br /><br /></div><div style="text-align: justify;"><i>Eksperimen yang berhubungan dengan kanker hati, leuke- mia dan mikroba akan menguntungkan ilmu pengetahuan dan penelitian kedokteran secara umum, sedangkan per- cobaan kristalisasi protein, dalam hal ini lipase akan ber- dampak langsung bagi dunia industri Malaysia.</i></div><div style="text-align: justify;"><i>Lipase adalah enzim protein yang digunakan dalam pem- buatan berbagai produk dari tekstil hingga kosmetik, dan peluang menumbuhkan lipase pada kondisi nir-gravitasi di ruang angkasa (untuk kemudian disimulasikan di Bumi) akan memberikan peluang bagi ilmuwan dan industriawan Malaysia untuk mengembangkan industri senilai RM 7.7mi atau sekitar Rp. 21 triliun.</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Sesuai rencana, Sheikh Muszaphar berada di ISS selama 9 hari sebelum kembali ke bumi dengan wahana Soyuz TMA-10 yang melepaskan diri (undocked) dari ISS pada jam 07:14 UTC tanggal 21 Oktober. Proses deorbit (keluar dari orbit/garis edar mengelilingi Bumi) terjadi pada jam 09:47 UTC, saat wahana angkasa tersebut mulai mema- suki kembali (reentry) atmosfir Bumi.</div><div style="text-align: justify;">Saat reentry inilah terjadi malfungsi pada perangkat ken- dali penurunan (descent equipment) Soyuz, yang menye- babkan laju penurunan meningkat mendekati kecepatan hipersonik (yang membuat ketiga penumpangnya ter- dadah ke tekanan sebesar beberapa G yang nyaris fatal) dan pendaratan yang melenceng sejauh 340 KM dari sa- saran semula. Betapapun, mereka mendarat dengan se- lamat pada jam 10:36 UTC, atau sekitar 3 jam 23 menit sesudah undocking.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Pengalaman religius</b></div><div style="text-align: justify;">Karena Sheikh Muszaphar seorang Muslim dan penerbangan angkasa luarnya bertepatan dengan bulan Ramadhan, Majlis Fatwa Kebangsaan Kerajaan Malaysia berkepentingan untuk mengeluarkan fatwa yang dikemas dalam buku 18 halaman bertajuk “Guidelines for Performing Islamic Rites at the International Space Station" atau “Garis Panduan (bagi) Pelaksanaan Ibadah di International Space Station ISS (Stesen Angkasa Antarbangsa)” yang diterbitkan dalam bahasa Melayu, Inggris, Russia dan Arab.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-FqypJ5EDXIg/ULo7W0I_6rI/AAAAAAAAA8o/HlCMk30ZIQ4/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page6_image3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-FqypJ5EDXIg/ULo7W0I_6rI/AAAAAAAAA8o/HlCMk30ZIQ4/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page6_image3.jpg" /></a></div><i>Buku ini memberikan panduan tentang tata cara sholat di ling- kungan tanpa gravitasi, bagai- mana menentukan arah kiblat dari ISS, bagaimana menentukan waktu sholat, sampai bagaimana tatacara melaksanakan ibadah puasa.</i></div><div style="text-align: justify;"><i>[orbit ISS memutari Bumi menjadikan siklus satu hari (siang & malam) di ISS = 90 menit waktu Bumi, sehingga “subuh” dan “maghrib” waktu ISS tentunya tidak bisa diacu untuk menentukan jadwal puasa]</i><br /><br /></div><div style="text-align: justify;">Walaupun Anan C. Mohd dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Department of Islamic Development) meng- ingatkan bahwa dengan syarat-syarat tertentu berpuasa bagi pejalan (musafir) hukumnya tidak wajib, Sheikh Muszaphar sendiri berketetapan untuk tetap melakoni ibadah puasa sepenuhnya dengan mengambil waktu Baikonur (tempat peluncuran, yang diacu sebagai tem- pat mengawali perjalanan) sebagai acuan penentu saat imsak dan berbuka puasanya.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Merayakan hari raya Idul Fitri 1429H di ruang angkasa, Sheikh Muszaphar mengawalinya dengan membawakan Takbir segera sesudah mengakhiri ibadah puasanya (lihat rekaman videonya, a.l. di <a href="http://www.youtube.com/%20watch?v=R5OOiO5yeS4&feature=related" target="_blank">http://www.youtube.com/ watch?v=R5OOiO5yeS4&feature=related</a> )</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Sebelum berangkat Amus juga sempat membekali diri dengan sate dan kue untuk dibagi-bagikan kepada ang- gota misi yang lain pada hari Raya Ied yang jatuh pada Sabtu, 13 Oktober 2007 itu .<br /><br /></div><div style="text-align: justify;"><i>[Catatan: Sheikh Muszaphar BUKAN Muslim pertama yang “meng-angkasa”, tapi sampai sekarang dia adalah satu-satunya Muslim yang sempat merayakan Idul Fitri “di atas” sana]</i><br /><i><br /></i></div><div style="text-align: justify;"><b>Pasca Penerbangan ke angkasa luar</b></div><div style="text-align: justify;">Dengan wajah dan postur tubuh yang memang “laik jual” itu, sebelum jadi angkasawan pun Dr. Amus sudah dikenal sebagai model paruhwaktu di lingkungan media komersial dan fesyen Malaysia. Ditambah tingkat inteligensia yang di atas rata-rata, semuanya menjadikan faktor keberuntungan yang sangat mendukung baginya dalam melakoni sisi-sisi positip kehidupannya sebagai public figure (dan bagian dari dunia selebriti).</div><div style="text-align: justify;">Sepulang dari penerbangan angkasa “lepas”nya Seikh sohor sebagai pembicara dalam berbagai seminar dalam berbagai disiplin ilmu, serta motivator handal yang sering diundang kemana-mana di dalam dan luar Malaysia, termasuk di Indonesia (lihat foto berikut).</div><div style="text-align: justify;">Dia juga menjadi Duta PBB untuk Perdamaian Dunia, penerima California Peace Award dan Award dari Majelis Shurah Islam Dunia (World Shurah Islamic Council).</div><div style="text-align: justify;"><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-tur42t-G7Do/ULo8A_WMfiI/AAAAAAAAA8w/iJez34AJS28/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page6_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-tur42t-G7Do/ULo8A_WMfiI/AAAAAAAAA8w/iJez34AJS28/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page6_image2.jpg" /></a></div><i>MenRistek Kusmayanto Kadiman berbincang dengan angkasawan Malaysia, Sheikh Muszaphar Shukor saat peresmian Museum Astro- nomi Indonesia (MAI) di Kompleks Observatorium Bosscha Lembang, Bandung, Sabtu 15/12/2007.</i></div><div style="text-align: justify;"><i>Photo courtesy SM CyberNews/Setiady Dwie</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Tahun 2012 ini Dr. Sheikh (sebutannya di lingkungan akademik) ditunjuk sebagai Duta MARS One, proyek penerbangan angkasa luar sebuah Yayasan swasta (Stichting) yang didirikan wiraswastawan Belanda Bas Lansdorp, yang merencanakan untuk membangun koloni manusia (Bumi) di planit Mars di tahun 2023.</div><div style="text-align: justify;">Bersama Dr. Sheikh dalam proyek yang didirikan pada Juni 2012 ini bergabung juga Prof. Dr. Gerard 't Hooft, pemenang hadiah Nobel di bidang fisika.<br /><br /></div><div style="text-align: justify;">Menanggapi keterlibatannya di Mars One Dr. Sheikh mengatakan <i>“[Being in space] was for me simply unbe- lievable … I would do anything to go there again. If I’m given a chance to go to Mars, even on a one-way ticket, I would do it in a heartbeat. I believe Man will soon go to the red planet, and even build a colony there."</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Berita terakhir di media Malaysia adalah niatan untuk mengangkat kisah petualangan Sheikh Muszaphar Shukor di angkasa luar dalam sebuah film yang disutradarai Imran Ismail, sutrada sohor di negeri jiran itu. Film bertajuk 'N01 – 10 Hari: 21 Jam: 14 Minit Di Pintu Ajal' tersebut diharapkan bisa diputar di bioskop pada Maret 2013.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><i>Mungkin proses reentry TMA-10 yang kurang mulus de- ngan resiko yang bisa berakibat fatal pada saat kembali ke Bumi 5 tahun yang lalu itu lah yang mengilhami kata “Di Pintu Ajal” pada judul film tersebut [Ed.].</i><br /><i><br /></i></div><div style="text-align: justify;"><b>Kehidupan pribadi</b></div><div style="text-align: justify;">Pada 10 Oktober 2010 ( = 101010) dalam sebuah jamuan akbar — yang dihadiri a.l. kosmonot Alexei Leonov, kosmonita Valentina Tereshkova dan astronita Korea Seyeon Yi — Dr Sheikh Muszhamar Shukor resmi menyunting Dr Halina Yusof bte Mohd Yunos (lahir 1981), dokter spesialis anesthesia di RS Selayang, yang sudah dikenalnya sejak tahun 2001 sewaktu mereka berdua bekerja di RS yang sama.</div><div style="text-align: justify;">Pasangan Dokter spesialis ini telah diberkati seorang putri yang mereka namai Sofia Isabella ■<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><br /></div><div><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-20279242139185633942012-12-01T09:07:00.000-08:002012-12-01T09:07:36.993-08:00Ekspedisi 33 bertolak ke ISS<br /><div style="text-align: justify;"><b>Ham Radio in outer space ..... </b></div><div style="text-align: justify;"><b><br /></b></div><div style="text-align: justify;"><b>Ekspedisi 33 bertolak ke ISS</b></div><div style="text-align: justify;"> </div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-qBcr96QOU5k/ULo4JUB0OSI/AAAAAAAAA8A/Fkfoqo-YTwg/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page4_image4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-qBcr96QOU5k/ULo4JUB0OSI/AAAAAAAAA8A/Fkfoqo-YTwg/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page4_image4.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;"><i>Bak lukisan abstrak, berbeda dari biasanya di e-QSP edisi ini pelun- curan awak Ekspedisi 33 digambarkan dengan jejak asap yang disem- burkan roket pendorong wahana Soyuz TMA-06M (foto diambil oleh awak Expedisi 33 yang sudah duluan berada di setasiun angkasa antarbangsa ISS).</i></div><div style="text-align: justify;"><i>Photo Credit: NASA ISS033-E-015386</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Pada hari Selasa 23 Oktober 2012 4:51 p.m. waktu Kazakhstan (5:51 a.m. CDT = UTC — 6) wahana Soyus TMA-06M yang membawa tiga orang (sisa) awak Expe- dition 33 meluncur dari Kosmodrome Baikonur, Ka- zakhstan, untuk membawa mereka menyusul dan ber- gabung dengan awak ekspedisi yang sudah lebih dulu menghuni setasiun angkasa antarbangsa ISS.</div><div style="text-align: justify;">Awak Expedition 33 yang berangkat kali ini terdiri dari Komandan Soyuz Oleg Novitskiy (Roscosmos) serta Flight Engineers Kevin Ford KF5GPP (NASA) dan Ev- geny Tarelkin (Roscosmos), yang akan melengkapi Tim yang terdiri dari Komandan Ekspedisi YL Sunita Wil- liams KD5PLB serta Flight engineers Yuri Malelenko RK3DUP dan Akihiko Hoshide KE5DNI.</div><div style="text-align: justify;">(selepas “masa tugas” Expedition 33 pada per- tengahan November nanti Kevin Ford KF5GPP akan menjadi Komandan pada Expedition 34).</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-06kWz4bDQHM/ULo4SN-l37I/AAAAAAAAA8I/bcdU2-wfgNM/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page4_image3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="206" src="http://1.bp.blogspot.com/-06kWz4bDQHM/ULo4SN-l37I/AAAAAAAAA8I/bcdU2-wfgNM/s320/Vol.+II-03+OCT+2012_page4_image3.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;"><i>Dari ki-ka: Astronaut Kevin Ford KF5GPP, kosmonot Oleg Novitskiy dan Evgeny Tarelkin sesaat sesudah sessi “ngepas/fitting” baju angkasa (space suit) Sokol (buatan Russia) mereka.</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Peggy A. Whitson KC5ZTD,</b></div><div style="text-align: justify;"><b>First Female ISS Commander (2007)</b></div><div style="text-align: justify;">Sepanjang 14 tahun sejarah ISS, di samping memegang rekor sebagai satu-satunya perempuan yang sempat 2x “menghuni” ISS, Sunita Williams KD5PLB yang berdarah India itu juga tercatat sebagai YL ISS Expedition Commander yang kedua, mengikuti kole- ganya sesama astro-NITA (“astronaut wanita”) dan amatir radio Peggy A. Whitson KC5ZTD, yang boleh berbangga menjadi YL pertama yang menjadi Koman- dan Ekspedisi ISS. Bersama 2 orang crew Ekspedisi 16 yang lain Peggy lepas landas dengan wahana angkasa Soyus TMA-11 dari kosmodrom Baikonur pada 10 Oktober 2007.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;">Memperingati 5 tahun misi Expedition 16 di bulan Ok- tober 2012 ini Red. mengunduh dari galeri NASA foto yang diambil pada 28 Oktober 2007 berikut ini:</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-wCbfQh7RMwc/ULo4y29Y9EI/AAAAAAAAA8Q/4irVwK7Mms4/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page4_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="244" src="http://1.bp.blogspot.com/-wCbfQh7RMwc/ULo4y29Y9EI/AAAAAAAAA8Q/4irVwK7Mms4/s320/Vol.+II-03+OCT+2012_page4_image2.jpg" width="320" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><i>28 Oktober 2007: Astronita YL Peggy A. Whitson KC5ZTD - wanita pertama yang menjadi Komandan ISS pada Ekspedisi 16 - berpose santai di modul Quest Airlock dengan mission specialist Scott Parazyn- ski KC5RSY (kiri), dan flight engineer Daniel Tani KD5DXE, selagi kedua astronoaut tersebut bersiap-siap mengenakan baju angkasa EMU (Extravehicular Mobility Unit) sebelum melakukan sessi EVA (Extravehicular activity — kegiatan DI LUAR pesawat) mereka yang kedua (dari total 5 sessi EVA yang dilakukan awak Ekspedisi 16).</i></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><i><br /></i></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Yang istimewa pada Expedition 16 ini adalah awaknya yang “full” amatir radio: Commander Peggy A. Whitson KC5ZTD, Flight Engineers Yuri Malenchenko RK3DUP, Clayton Anderson KD5PLA, Daniel M. Tani KD5DXE, Léopold Eyharts KE5FNO, dan Garrett E. Reisman KE5HAE serta “angkasawan” Malaysia Sheikh Mus- zaphar Shukor 9W2MUS (tidak terlihat pada gambar di bawah, namun bagi yang mahu tahu silah lanjut ke halaman berikut).</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-MTm8w2gzD_g/ULo5FEc1KUI/AAAAAAAAA8Y/J8b12W01_sY/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page4_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-MTm8w2gzD_g/ULo5FEc1KUI/AAAAAAAAA8Y/J8b12W01_sY/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page4_image1.jpg" /></a></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-2490230074087743612012-12-01T08:59:00.001-08:002012-12-01T08:59:29.585-08:00What more you’re curious to know about Curiosity? - Part III<br /><div style="text-align: justify;"><b>What more you’re curious to know about Curiosity? - Part III</b></div><div style="text-align: justify;"><b><br /></b></div><div style="text-align: justify;"><b>First Three Bites Into Martian Ground</b></div><div style="text-align: justify;"><b>A Link to a Watery Past</b></div><div style="text-align: justify;">Souce: JPL; Posted Friday, October 19, 2012</div><div style="text-align: justify;">Sepanjang dua tahun “masa tugas”nya, para peneliti di Bumi akan menggunakan setidaknya 10 jenis instru- men analitikal dan kamera berresolusi tinggi di Curi- ousity untuk mencari bukti-bukti pendahuluan apakah kondisi lingkungan di permukaan planit Mars pernah (dan akan) dapat mendukung kehidupan mikrobial (microbial life), yang merupakan tahap awal dari “kehidupan” seperti yang ada dalam pemahaman kita atau yang kita kenal di Bumi.</div><div style="text-align: justify;">Selama bulan Oktober 2012 ini setidaknya sudah tiga kali dilakukan pengambilan sampel tanah dari Rock- nest (harafiah = sarang (batu) karang) di dasar kawah Gale, yang dengan penuh pertimbangan telah dipilih dan ditetapkan sebagai area penelitian bagi Curiosity. Foto ber-caption One Giant Scoop for Mankind) berikut memperlihatkan - dengan ketajaman dan resolusi yang menakjubkan para penggemar fotografi - bekas sodokan sekop di ujung lengan robotik Curiosity yang mengam- bil sampel tanah untuk dianalisa dengan perangkat analitikal X-ray Diffraction CheMin (Chemistry and Mineralogy).</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Mengutip John Grotzinger, ilmu- wan Caltech (California Insti- tute of Technology):“Identifikasi kandungan mineral yang terda- pat pada sampel tanah dengan X-ray diffraction*) ini penting (dilakukan) karena mineral dapat “merekam” kondisi lingkungan dan reaksi kimiawi yang terjadi dan berkembang selama dan sepanjang proses pembentukannya”</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-tQEoFzDIgj8/ULo0fGBfn5I/AAAAAAAAA7I/g07jZIrDim4/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page1_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="264" src="http://3.bp.blogspot.com/-tQEoFzDIgj8/ULo0fGBfn5I/AAAAAAAAA7I/g07jZIrDim4/s320/Vol.+II-03+OCT+2012_page1_image1.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;"><i>One Giant Scoop for Mankind</i></div><div style="text-align: justify;"><i>This image shows a "bite mark" where NASA's Curiosity rover scooped up some Martian soil.</i></div><div style="text-align: justify;"><i>The first scoop was taken from the "Rocknest" patch of dust and sand on October 7, 2012, while a third scoop sample was collected on October 15, and was deposited into the Chemistry and Mineralogy (CheMin) instrument onboard Curiosity.</i></div><div style="text-align: justify;"><i><br /></i></div><div style="text-align: justify;"><i>*) X-ray diffraction: metoda baku yang dilakukan para geolo- gists untuk “membaca” struktur internal mineral dengan merekam (dan menganalisa) bagaimana kandungan kristal mineral tersebut secara spesifik berinteraksi dengan sinar X.</i></div><br /><div style="text-align: justify;"><i>Rilis NASA # 12-383 tgl. 26 Oktober 2012 untuk sementara menyimpulkan: “Mars rover Curiosity has completed initial experi- ments showing the mineralogy of Martian soil is similar to weath- ered basaltic soils of volcanic origin in Hawaii.”</i></div><div style="text-align: justify;"><i>"Much of Mars is covered with dust, and we had an incomplete understanding of its mineralogy," kata David Bish, CheMin co- investigator dari Indiana University "So far, the materials Curiosity has analyzed are consistent with our initial ideas of the deposits in Gale Crater recording a transition through time from a wet to dry environment. The ancient rocks, ... suggest flowing water, while the minerals in the younger soil are consistent with limited interaction with water."</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-zwKCOdfuuHQ/ULo03ilOgSI/AAAAAAAAA7Q/KnpU05XnZKM/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page2_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-zwKCOdfuuHQ/ULo03ilOgSI/AAAAAAAAA7Q/KnpU05XnZKM/s320/Vol.+II-03+OCT+2012_page2_image2.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;"><i>Potret diri (self portrait) bagian depan Curiosity yang dibuat dengan Mast Camera (MastCam) yang dilengkapi lensa 100 mm memperlihat- kan bekas–bekas sodokan sekop yang mengambil sampel tanah di </i><i>dasar kawah Gale.</i></div><div style="text-align: justify;"><i>Credit: NASA/JPL-Caltech</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-83yyQojo_pY/ULo1O6oiLxI/AAAAAAAAA7Y/CzefzrP1MHY/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page2_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="266" src="http://3.bp.blogspot.com/-83yyQojo_pY/ULo1O6oiLxI/AAAAAAAAA7Y/CzefzrP1MHY/s320/Vol.+II-03+OCT+2012_page2_image1.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;"><i>Bongkahan karang (yang dinamai Link, menuruti nama sebuah danau di wilayah barat daya Kanada, yang dikelilingi formasi bukit-bukit karang) terlihat menonjol dengan latar belakang debu dan pasir ber- warna merah kecoklatan. Para peneliti hampir sependapat bahwa rekahan, serakan dan butiran kerikil berbentuk nyaris bulat mengkilap dengan ukuran seperti yang terlihat pada bagian kiri foto hanya mung- kin terbentuk karena adanya aliran air (Water transport is the only proc- ess capable of producing the rounded shape of clasts of this size).</i></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"><i>Foto close up Link dengan resolusi di orde sentimeter ini juga diambil dengan lensa 100-millimeter kamera MastCam.</i></div><div style="text-align: justify;"><i>Credit: NASA/JPL-Caltech</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;">Semula para ilmuwan NASA/JPL/Caltech tersebut sem- pat dibuat bingung dengan “temuan” beberapa butir (terlalu kecil untuk disebut sebagai potong) material berwarna cerah dalam sampel pertama yang diambil pada tgl. 7 Oktober — sampai-sampai mereka memu- tuskan untuk menghentikan aktifitas lengan robot Curi- osity selama 2 hari — sampai mereka bisa menginden- tifikasi dan memastikan bahwa butiran sepanjang seki- tar 0.5” (1.3 cm) seperti sobekan plastik pembungkus atau selongsong kabel tersebut hanyalah fragmen (serpihan kecil dari sesuatu = debris) yang berasal dari wahana (spacecraft) yang membawa Curiosity meng-”angkasa”, walaupun penelitian lanjutan tetap akan dilakukan untuk memastikan ada tidaknya pengaruh temuan serpihan “sesuatu” itu bagi operasi men- datang, seperti disebutkan Richard Cook, Project Ma- nager dari JPL :</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"><i>"We plan to learn more both about the spacecraft mate- rial and about this smaller, bright particles. We will finish determining whether the spacecraft material warrants concern during future operations”</i></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"><i>The Collection and Handling for In-Situ Martian Rock Analysis (CHIMRA) tool at the end of the robotic arm shook out remnants of the first scoopful and posed for camera inspection to verify it was emptied. The Mars Hand Lens Imager (MAHLI) moved close to some loose material on the ground to get a good look. Seeing more detail in the object will help engineers finish assessing whether this loose material from the spacecraft poses any concern for future operations.</i></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="color: red;"><br /></span></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;">BTW, dari tiga sekop sampel tersebut hanya sampel ke tiga (diambil 15 Oktober) yang benar-benar digunakan sebagai materi untuk dianalisis, sedang 2 sampel lain-nya dibuang sesudah dipakai untuk “membersih”kan (dengan menggetar-dan-mengguncangnya keras-keras seperti kita membersihkan bagian dalam sebuah botol dengan pasir atau kerikil) tabung reaksi dan preparat (berupa ayakan dan pemecah batu) dari CheMin. Kegiatan lain Curiosity selama bulan Oktober ini adalah pengamatan dan pencatatan perubahan cuaca di permukaan Mars dengan REMS (Rover Environ- mental Monitoring Station), dan pengambilan foto-foto panoramic (dengan cakupan nyaris 3600) dengan ka- mera MAHLI (Mars Hand Lens Imager) ■</div><br /><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Ja ke M a ti j e vi c — sentuhan pertama lengan robot Curiosity</div><div style="text-align: justify;">Sebelum mengambil ketiga sampel tanah seperti yang disebut di atas, pada hari-hari pertama mengawali manuver-nya Curiosity sempat mengaktipkan Alpha Particle X-Ray Spectrometer (APXS) di ujung lengan robotnya untuk menganalisis bongkahan karang seu- kuran bola football yang dinamai "Jake Matijevic.", yang kebetulan di”temu”kan di “lintasan” manuvernya. Rangkaian proses analisis diawali perangkat ChemCam (Chemistry Camera — yang terletak di puncak tiang/ mast Curiosity) yang menembakkan pulsa laser ke Jake Matijevic. “Reaksi” Jake direkam di ChemCam, dan datanya digabung dengan foto-foto close-up yang diam- bil kamera MAHLI (The Mars Hand Lens Imager) yang berada di ujung lengan robot, untuk dianalisa lebih lanjut oleh APXS .</div><div style="text-align: justify;">Penggunaan secara bersamaan APXS dan ChemCam pada obyek penelitian yang sama memungkinkan para analist untuk melakukan pengkalibrasian silang (cross calibration) kedua perangkat tersebut.</div><div style="text-align: justify;">Curiosity menyelesaikan proses analisis Jake Matijevic sesudah melakukan laser testing sekali lagi dengan ChemCam, untuk kemudian bergerak menjauh +/- 42 mtr untuk menyudahi ujicoba manuvernya hari itu.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-BINieEaR0bc/ULo2QpqSA7I/AAAAAAAAA7g/QGoN5xQi5Ws/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page3_image1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-BINieEaR0bc/ULo2QpqSA7I/AAAAAAAAA7g/QGoN5xQi5Ws/s320/Vol.+II-03+OCT+2012_page3_image1.png" width="152" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"><i>The APXS (Alpha Particle X-Ray Spectrometer) on a turret at the end of the rover's 7-foot (2.1-meter) arm and the Mars Hand Lens Imager (MAHLI), also on the same turret, were used for close-up in- spection of this football size Jake Matijevic rock.</i></div><div style="text-align: justify;">Catatan: Foto di atas adalah hasil “jepretan” MAHLI, yang mengcover area +/- 4x4 cm2 dari permukaan karang yang sebelumnya ditembak pulsa laser dari ChemCam. (lihat text)</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>DAN suggests Gale Crater is drier than expected.</b></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Data-data awal yang diolah CMSL (Curiosity Mars Sci- ence Laboratory) mengindikasikan bahwa lokasi penda- ratan (dan penelitian) Curiosity di dasar kawah Gale “patut diduga” LEBIH KERING dari yang semula dibayangkan.</div><div style="text-align: justify;">Elemen kunci yang dicari Curiyosity adalah AIR, dan walaupun permukaan Mars selama ini menunjukkan tanda-tanda keberadaan air dalam jumlah besar (abundant) di masa lalu — dalam bentuk aliran sungai dan danau — keberadaan air yang bisa dijejaki sejauh ini adalah dalam bentuk beku di dalam tanah (frozen, embedded in the soil) dan lapisan es cukup luas (large ice caps) yang menutupi kedua kutubnya.</div><div style="text-align: justify;">Instrumen Dynamic Albedo of Neutrons (DAN), salah satu dari belasan alat ukur dan analisis yang dibawa Curiosity dirancang untuk mendeteksi lokasi dan jum- lah partikel air (dalam bentuk apapun) menuruti reaksi hidrogin (komponen dasar air di samping oksigen) ter- hadap dadahan (eksposur) neutron. Kalau neutron (yang di”tembak”-kan) mengenai atau bertemu partikel yang “berat” (heavy particles), neutron tersebut akan</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-YMFFIHOozkI/ULo2ptmESTI/AAAAAAAAA7o/2UPH0gheJJw/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page3_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="258" src="http://1.bp.blogspot.com/-YMFFIHOozkI/ULo2ptmESTI/AAAAAAAAA7o/2UPH0gheJJw/s320/Vol.+II-03+OCT+2012_page3_image2.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;"><i>Perangkat analisis DAN (The Dynamic Albedo of Neutrons) bekerja dengan menembakkan pulsa neutron ke permukaan tanah di bawah Curiosity. Kalau tembakan tersebut mengenai atom hidrogin (sebagai unsur utama pada air atau es) maka energi kinetic tembakan neutron itu akan sangat berkurang dibandingkan kalau mengenai atau menem- bak senyawa lain. </i></div><div style="text-align: justify;"><i>Credit: Russian Federal Space Agency</i></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">berbalik (memantul) dengan sedikit saja kehilangan energy kinetic-nya, tetapi kalau yang ditemui atau jadi sasaran tembak adalah atom hidrogin (yang jauh lebih ringan dan mempunyai massa kira-kira sama dengan neutron) maka neutron tersebut akan kehilangan separuh dari energi “tembakan”nya.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><i>"Sejauh ini pengamatan jarak jauh dari wahana peneliti Odyssey (yang berada di orbit Mars) mem- perkirakan kandungan air di dasar kawah Gale bisa mencapai sekitar 6%, tetapi hasil awal analisa yang dilakukan dengan instrument penelitian dan analisis yang dibawa Curiosity mengindikasikan hanya se- bagian kecil (a fraction) saja dari (angka) itu," kata Maxim Mokrousov, perancang utama (lead designer) DAN dari Russian Space Research Institute,</i></div><div style="text-align: justify;"><i><br /></i></div><div style="text-align: justify;">Dalam jangkauan wilayah yang sampai saat ini sempat di”jelajahi” Curiosity (yang sampai akhir Oktober 2012 tidak lebih luas dari 50 x 50 m2), DAN menemukan hasil perhitungan (the detector counting rates) yang cukup bervariasi, yang mengindikasikan tingkat ke- beradaan hidrogin di dalam tanah yang berbeda-beda dari satu area (kecil) ke area lain, yang justru mungkin merupakan gambaran dari keadaan sebenarnya. Betapapun, kemampuan Curiosity untuk dengan teliti dan cukup presisi menganalisa kandungan air di suatu lokasi yang spesifik (ketimbang hasil rata-rata/average dari area yang lebih luas) akan memungkinkan diperolehnya pemahaman yang lebih presisi dan rinci tentang distribusi air (dalam bentuk apapun) di permu- kaan Mars.■</div><br /><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-xLqKCGQt2Nk/ULo3J6NcsbI/AAAAAAAAA74/zu54t5rAXfA/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page3_image3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-xLqKCGQt2Nk/ULo3J6NcsbI/AAAAAAAAA74/zu54t5rAXfA/s1600/Vol.+II-03+OCT+2012_page3_image3.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-1982087669667549892012-12-01T08:40:00.003-08:002012-12-01T08:40:38.825-08:00Sekapur Sirih .....Tahun II, edisi 03, Oct 2012<b>Sekapur Sirih .....Tahun II, edisi 03, Oct 2012</b><br /><br />Dear e-QSP readers,<br /><br /><div style="text-align: justify;">Maap-maap kalau konten edisi Oktober 2012 ini di- dominir “kisah dari awang-awang”: seputar Mars Rover Curiosity serta kolom Ham Radio in outer space de- ngan liputan keberangkatan Expedition 33 (dengan awak a.l. Kevin Ford KF5GPP) menyusul YL Sunita Wil- liams KD5PLB, Yuri Malelenko RK3DUP dan Akihiko Ho- shide KE5DNI yang sudah duluan menghuni ISS. Di ko- lom ini pula kami selipkan tentang ulang tahun ke 5 Expedition 16 (2007) yang ikut diawaki “angkasawan” Dr. Sheikh Muszaphar Shukor 9W2MUS dari negri jiran Malaysia.</div><div style="text-align: justify;">Di kolom obrolan AntennaMania bisa dibaca daur ulang/update artikel lawas (ex BeON 0607) “The Mis- tery” Multiband Antenna besutan John Basiloto W5GI.</div><div style="text-align: justify;">Terakhir, last minutes updates dari berbagai issues yang berkembang di berbagai milist dan FB, a.l. cuplik- an berita tentang kiprah DX-ers YB-land dalam CQWW DX Contest 2012 …</div><div style="text-align: justify;">Selamat membaca, and as always: pse ENJOY .. [Ed.]</div><div style="text-align: justify;"><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-67138536550156980612012-10-08T01:31:00.004-07:002012-10-08T01:31:38.256-07:00O B I T U A R I .....<br /><div style="text-align: justify;"><b>O B I T U A R I .....</b></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Ujang Tarwi YD1TRW (SK, 15 September 2012) </b></div><div style="text-align: justify;">Sewaktu berdinas beliau adalah instruktur pada PUS- DIKHUB AD di Cimahi. Dalam perjalanan kariernya be- liau pernah diperbantukan di DEPLU (kini KEMLU) se- bagai tenaga ahli pada WWC (Worldwide Communica- tion) yang pada waktu itu melayani komunikasi antar Perwakilan RI di luar negeri.</div><div style="text-align: justify;">Sebagai amatir radio pada zaman PARI (pra ORARI) beliau menyandang callsign PK8YAE</div><div style="text-align: justify;">Karena keahliannya di bidang teknik radio, pada saat itu beliau seringkali dijadikan sebagai narasumber oleh rekan-rekan sesama amatir radio; namun sayang ketika ORARI berdiri, beliau tidak segera mengkonversi lisensinya, malah kemudian beliau lebih memilih aktif di RAPI dengan callsign JZ10AP dan dikenal sebagai salah satu sesepuh RAPI.</div><div style="text-align: justify;">Atas bantuan beberapa teman di ORARI Daerah Jawa Barat, akhirnya beliau menerima callsign amatir radio YD1TRW</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-vy_Z65mExLU/UHKOtoJp5eI/AAAAAAAAA6M/4-znn9W6MIs/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page8_image5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-vy_Z65mExLU/UHKOtoJp5eI/AAAAAAAAA6M/4-znn9W6MIs/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page8_image5.jpg" /></a></div><div style="text-align: center;">OM Ujang Tarwi YD1TRW (kiri) bersama OM Hadiono Ba- djuri YBØTZ pada “kumpul-kumpul” para old-timers di QTH OM Agus Krisnadi YB1CS (circa 2005)</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Silent Keys ▪▪▪ ▪</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">30 /8/2012 Drs. H. M. Amir Arfah YB8EWA</div><div style="text-align: justify;">07 /9/2012 dr. Biafri YC5IHC</div><div style="text-align: justify;">08 /9/2012 Ida Farida Aryani YG1DAF</div><div style="text-align: justify;">10/9/2012 T. Zulkarnaen YBØBZT</div><div style="text-align: justify;">12 /9/2012 T. Bachriah Haryono YCØVA</div><div style="text-align: justify;">13 /9/2012 Yohan T. Sanjaya YC1BPM</div><div style="text-align: justify;">20 /9/ 2012 Abdul Malik YC9GAC</div><div style="text-align: justify;">26 /9/ 2012 Heru Hardi YC3EBW</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-upIonYnPTKg/UHKO5WahY5I/AAAAAAAAA6U/J8i5wO4qapk/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page8_image4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-upIonYnPTKg/UHKO5WahY5I/AAAAAAAAA6U/J8i5wO4qapk/s200/Vol.+II-02-SEP+2012_page8_image4.jpg" width="197" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">11/09/2012: Sean P. Smith KG4WSS, terbunuh dalam kerusuhan sewaktu Konsulat AS di Benghazi, Libya — tempat Sean ditugaskan — diserbu demonstrans yang menentang film Innocence of Moslem yang menghina agama Islam. Dalam kerusu- han itu ikut terbunuh Chris Stevens, Dubes AS untuk Libya dan dua orang warga AS lainnya.</div><div style="text-align: justify;">Dalam kehidupan sehari-hari (sebagai praktisi IT), di lingkungan komunitas on-line game Smith dikenal sebagai “Vile Rat”, salah satu tokoh yang dikenal karena kelihaian diplo- masinya dalam simulasi space warfare pada space fantasy on-line game EVE Online. [source ARRL Newsletter]</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-Y9TFudSPf48/UHKPKftUPMI/AAAAAAAAA6c/T5RMjSQsH2Q/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page8_image3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Y9TFudSPf48/UHKPKftUPMI/AAAAAAAAA6c/T5RMjSQsH2Q/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page8_image3.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">14 September 2012: Atas permintaan keluarga, abu jenazah Neil Armstrong (SK, 25 Agustus 2012, lihat e-QSP V0l/II-1) yang dikremasi beberapa hari sebelumnya dilabuh di suatu tempat di Samudera Atlantik. Upacara pelepasan dilakukan di geladak kapal USS Philippine Sea (CG 58)</div><div style="text-align: justify;">Image Credit: NASA/Bill Ingalls</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-0DWaXrUEaPs/UHKPOeDa4eI/AAAAAAAAA6k/PB61B6v040A/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page8_image2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-0DWaXrUEaPs/UHKPOeDa4eI/AAAAAAAAA6k/PB61B6v040A/s200/Vol.+II-02-SEP+2012_page8_image2.png" width="176" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Pada 22 September 2012, Michael Owen VK3KI President WIA/the Wire- less Institute of Australia (2004–2012) dan Chairman, IARU Reg. III (2006 — present) wafat pada usia 75 thn.</div><div style="text-align: justify;">Owen sangat berperan dalam membawa WIA menjadi organisasi nasional (Australia) yang disegani di kawasan Oceania, IARU Reg. III dan dalam percaturan radio amatir dan amatir radio global pada umum- nya. Dengan memperkenalkan laisens (IAR) tingkat Founda- tion (Dasar) ia dianggap sukses dalam meningkatkan jumlah keanggotaan WIA yang dari tahun ke tahun bertambah, di saat pada organisasi amatir radio di negara-negara lain justru mengalami penurunan. WIA juga menjadi organisasi yang disegani Australian Communications and Media Authority (ACMA/fihak otoritas telekom dan media nasional), terutama terkait sistim ujian dan manajemen call sign yang dikelola dengan professional dan efisien.</div><div style="text-align: justify;">Michael yang berprofesi sebagai pengara juga sangat berse- mangat dalam keterlibatannya dengan IARU, dan pada saat kepergiannya sedang disibukkan dengan persiapan IARU Reg. III Conference di Ho Chi Minh City pada bulan November yang sudah tinggal beberapa minggu lagi.</div><div style="text-align: justify;">Selama ini Michael banyak berperan serta dalam berbagai Komite di IARU dan juga pada beberapa sidang-sidang WRC dalam keduduk-annya sebagai IARU Observer Team. Hal ini a.l. ditunjukannya sewaktu pada WRC-03, dimana dia sangat berperan dalam mempersiapkan revisi bagi Article/pasal 25 - yang khusus mengenai “the Amateur and Amateur-Satellite Services” dari Radio Regulations.</div><div style="text-align: justify;">“ .. His drafting skills were second to none ...” kenang Tim Ellam VE6SH, President IARU.</div><div style="text-align: justify;">Michael yang menggeluti hobi Radio Amai sejak tahun 60-an dan pernah menjabat sebagai Vice President IARU (1989-1999) meninggalkan YF-nya Nan (yang selalu menemaninya dalam banyak events Radio Amatir, terakhir waktu Konvensi Nasional WIA di Mildura), dan dua orang putri. ■</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>The Editors of e-QSP would like to convey the deepest condolence to the bereaved families. May their soul rest in peace . . . . .</b></div><div style="text-align: justify;"><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-89127683158064645742012-10-08T01:25:00.000-07:002012-10-08T01:25:31.718-07:00 "Confirming QSOs - Am I in His Log ?"<br /><b>DX-ing trick of the month</b><br /><br /> <b>"Confirming QSOs - Am I in His Log ?"</b><br /><br /><div style="text-align: justify;">Judul lengkapnya "Confirming QSOs - Am I in His Log ?" - potongan artikel yang ditulis Bernie W3UR pada kolom How's DX di QST - December 2011 ini lalu di CoPas dan diunggah ke milist YBDXC oleh OM Hen YCØQR.</div><div style="text-align: justify;">Karena cukup menarik dan aktual, potongan artikel tersebut Ed. CoPas lagi ke e-QSP edisi ini (persis “as it is” dalam bhs Inggris, karena takut di sana-sini salah terjemahannya kalau harus disadur ulang dulu [Ed.]</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Everyone who has been DXing for more than a few mi- nutes and has worked a DX station then afterward won- der to themselves and even to others "was that a good QSO?".</div><div style="text-align: justify;">Whether on SSB,CW,RTTY or the other digital modes, it happens. The DX station will say something like "W3U YOU ARE 599".</div><div style="text-align: justify;">You come back and give your full call one or more times, hoping the DX station gets it this time, and then give the DX station a report back. This is immediately followed by the DX station sending TU or thank you as he continues along his way through the pileup.</div><div style="text-align: justify;">Seconds later you are left scratching your head, won- dering did he get your full call sign correct or not?. All he said was thanks and went back to the pileup. Even your friends won't be able to help you to know for sure that the DX station indeed got your full call.</div><div style="text-align: justify;">So how do you make sure the DX station gets your full correct call sign? Here's a trick I learned from my good friend and next door neighbor Frank Donovan, W3LPL. <b><span class="Apple-style-span" style="color: red;">Never, and I mean NEVER, give the DX station a signal report until you know he has your call sign cor- rectly</span></b>. So when the DX station say, for example, "W3U YOU ARE 599", call him again giving only your call sign and not a report. Wait for him to give your full call and report again. Once you are sure he has your full and complete call sign, then give the report.</div><div style="text-align: justify;">If everyone in the pileup of the DX station did this, the DX operator would eventually figure it out.</div><div style="text-align: justify;">The DX station on the other hand is not at fault for sending W3U U R 599. After all he may not have not copied the full call sign and it is his job to keep the pileup moving.</div><div style="text-align: justify;">Sending W3U? just gets many to continue calling be- cause some don't listen carefully enough. Instead, the DX station need to get as much of the call sign as pos- sible and then give the report to keep the rest in the pileup "thinking and having the feeling" that this op knows how to operate.<b><span class="Apple-style-span" style="color: red;"> At the same time it is extremely important for the DX station to send the full call sign of the station he just worked and some kind of confirmation such as TU on CW or THANK YOU on Phone.</span></b></div><div style="text-align: justify;"><b><span class="Apple-style-span" style="color: red;"><br /></span></b></div><div style="text-align: justify;">Hmmm, menarik ... dan semoga bisa jadi salah satu trick yang bisa digunakan dalam DX-ing untuk menghindari note dari DX station : "SRI U R NOT IN MY LOG".</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">73 ES GUD DX DE Hen YCØQR</div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-79733423455678519732012-10-08T01:18:00.000-07:002012-10-08T01:18:15.364-07:00The DRAGON DX-ers Club<br /><b>DX-ers’corner . . . . . . .</b><br /><b><br /></b><b>The DRAGON DX-ers Club</b><br /><b><br /></b><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-XREcl5bwr24/UHKL9hJo_pI/AAAAAAAAA5o/CltgGgWYOxY/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page7_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="171" src="http://4.bp.blogspot.com/-XREcl5bwr24/UHKL9hJo_pI/AAAAAAAAA5o/CltgGgWYOxY/s320/Vol.+II-02-SEP+2012_page7_image1.jpg" width="320" /></a></div><br /><b>Tim kontes CQWW YE2R: </b><b>sebuah awal mula ...</b><br /><br /><div style="text-align: justify;">Rerasanan tentang DDXC — Dragon DX Club, tak pelak kita harus merujuk kepada YE2R, Tim kontes pada CQWW yang telah berkiprah sejak dari tahun 2009.</div><div style="text-align: justify;">Sekitar kwartal pertama tahun itu, dalam ’ngobrol-’ngobrol santai antara Hans YB2DX dan Seno YB2LSR terlontar gagasan untuk membentuk sebuah tim kon- tes yang melibatkan rekans DX-ers (terutama) dari Call Area 2, untuk bisa di”terjun”kan pada beberapa kontes internasional.</div><div style="text-align: justify;">Sementara menjajagi kesediaan beberapa rekan untuk bergabung, mereka berdua menemui (untuk memo- hon advise) dari YB2AA, Ketua ORDA Jawa Tengah, yang ternyata menyetujui dan sangat mendukung ga- gasan tersebut.</div><div style="text-align: justify;">Melewati beberapa proses, akhirnya didapatkan call- sign YE2R, yang kemudian disepakati bersama untuk digunakan pada kontes CQWW 2009 - SSB, dengan kategori yang pada mulanya masih belum ditentukan. Seiring berjalannya waktu, akhirnya ditentukan keikut- sertaan dalam kategori Multi-Two, dengan melibatkan DX-ers andalan Call Area 2: YB2DX, YB2LSR, YB2ECG, YB2TJV, YB2VTO, YB2BOB, YB2CPO, YB2OBL, YB2SSB, YC2BBY, YC2JKG, YC2JVX, YC2KME, YC2PQW, YD2DNA dan “bon-bonan” dari Call Area 3: YB3MM dan YB3PXF sebagai Tim Kontes YE2R 2009.</div><div style="text-align: justify;">Dengan perolehan score 2.254.293 untuk penampilan perdana dan menempati urutan #1 CQWW SSB Multi- Two INDONESIA, atau urutan #5 CQWW SSB Multi-Two OCEANIA, ini benar-benar sebuah prestasi yang cukup membanggakan untuk tahap awal.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Tahun 2010:</b></div><div style="text-align: justify;">Untuk meng-optimalkan keberhasilan pada kontes CQWW 2010, anggota tim ditata kembali untuk akhirnya menurunkan konfigurasi operator “Multi call areas”: YB1TJ, YB1WR, YB2CPO, YB2DX, YB2ECG, YB2LSR, YB2TJV, YB2VTO, YC2BBY, YB3MM, YB3KM, YB3PXF, dan YB9WZJ.</div><div style="text-align: justify;">Hasil yang diperoleh sungguh luar biasa: score 4.999.390 menjadikan YE2R juara # 1 INDONESIA dan Juara #4 OCEANIA.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Tahun 2011 :</b></div><div style="text-align: justify;">Keberhasilan dalam kontes CQWW dua tahun berturut- turut membulatkan tekad para anggota YE2R untuk tetap eksis di kancah kompetisi internasional.</div><div style="text-align: justify;">Setelah rapat pada pertengahan Agustus 2011 di ORDA Jateng di Semarang, diputuskan bahwa Tim YE2R akan berlomba di kategori Multi-Multi di CQWW 2011 SSB, yang merupakan sebuah keputusan yang berani, namun berkat tekad dan kerjasama yang solid diantara para anggota tim semua halang rintang dalam persiapan menuju hari kompetisi bisa diatasi tanpa banyak kesulitan yang berarti</div><div style="text-align: justify;">Pada hari-H diturunkan konfigurasi operator yang ter- diri dari YBØAI, YB1AR, YB1HK, YB1TJ, YB2DX, YB2BBY, YB2ECG, YB2LSR, YB2TET, YB2TJV, YB2VTO, YB3MM, YB3KM, YB3PXF, YB4IR dan YB9WZJ.</div><div style="text-align: justify;">Walaupun kondisi propagasi agak kurang bersahabat, perolehan score tim YE2R yang membukukan 4,801</div><div style="text-align: justify;">QSO dengan Total Score 7,621,077, yang kembali me- nempatkannya pada ranking YB #1 dan OC #3 untuk kategori Multi Operator Multi Transmitter tetap dapat di masukkan kategori luar biasa, kembali membulatkan tekad untuk dapat mengulang kembali kenangan seba- gai a very solid multi call areas & multi gender team work yang sudah 3 tahun berturut-turut menempatkan Grobogan pada peta konstelasi DX-Contest-ers tingkat dunia !!!</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Tahun 2012 :</b></div><div style="text-align: justify;">Menjelang CQWW Contest 2012, terbersit dalam ingat- an beberapa rekan penggiat YE2R untuk memberi nama atau identitas pada “kelompok” DX-ers ini. Me- lalui beberapa pertimbangan akhirnya dipilih nama DRAGON DX Club, dan tanggal 29 Februari 2012 disepakati sebagai hari kelahirannya.</div><div style="text-align: justify;">Ini karena tahun 2012 (yang menurut kalender Cina dikenal sebagai tahun ber-shio Naga) ditengarai (dan diharapkan) sebagai tahun yang membawa banyak keberuntungan dan kisah sukses bagi rekan amatir yang tergabung di dalamnya, a. l.:</div><div style="text-align: justify;">1. Ada dua pasang penggiat DDXC yang melangsung- kan pernikahannya di tahun Naga ini, yaitu YB2VTO dengan YB2BBY dan YB2TET dengan YB3MM.</div><div style="text-align: justify;">2. YB2TJV, salah satu penggiat DDXC yang lain menda- patkan tambahan harmonic berupa seorang bayi naga kecil (Little Dragon) dalam keluarganya.</div><div style="text-align: justify;">Dan last but not least, tanggal 29 Februari 2012 dipilih sebagai hari kelahiran club, karena tahun 2012 adalah tahun kabisat menurut perhitungan tahun Gregorian, sehingga tidak (terlalu) perlu untuk dipikirkan bagai- mana merayakan HUT-nya pada tiap tahun ;-)</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">BTW, Club ini bersifat “terbuka” (= TIDAK eksklusip), dalam arti anggotanya tidak harus larut dalam tabrak- an kepentingan (conflict of interest) antara keanggo- taannya dalam DDXC dan keanggotaan dalam klub- klub lain, termasuk Club stations (kalau misalnya ada) di ORLOK atau ORDA-nya. Sebagai contoh, misalnya dengan posisi YB2DX sebagai Contesting Coordinator pada YBDXC, seperti juga YB2TJV yang bisa (dan harus) berdiri dengan masing-masing satu kaki berpijak di DDXC dan YBDXC.</div><div><div style="text-align: justify;">Dan, DRAGON DX Club hanyalah sekedar SEBUAH NAMA (paling juga buat disablon di kaos, atau tercetak di QSL-card) yang jelas bukan pengganti call sign resmi YE2R, yang tetap dan selalu akan menjadi callsign ke- banggaan bagi tiap anggotanya, sehingga TIDAK AKAN TERJADI ada anggota yang lalu me”lafal”kan: CQ DX CQ DX CQ DX, this is DDXC, Dragon DX Club from Grobog- an, Indonesia calling DX and standing bye ... atau di sela suatu pile up akan meneriakkan: Dee-dee-ex-cee atau Delta-delta-x-ray-charlie .....</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Aktifitas :</b></div><div style="text-align: justify;">Sejak 2009 aktifitas DDXC selama ini hanya pada kei- kut sertaan pada kontes CQWW SSB, yang tentunya harus bisa ditingkatkan dengan keikut sertaan pada kontes-kontes internasional lainnya, pada berbagai kategori dengan berbagai mode yang tidak terbatas pada SSB saja.</div><div style="text-align: justify;">Lebih dari itu tentunya diharapkan DDXC juga bisa berkiprah khususnya pada berbagai faset kegiatan DX- ing lainnya, misalnya dalam berbagi pengalaman, memberikan penataran dan pelatihan (atau “pembe- kalan”) kiat-kiat DX-ing (termasuk meningkatkan ke- mampuan dalam CW) dalam rangka regenerasi dan talent scouting bibit-bibit unggul DX-ers dari Lokal-lokal di ORDA Jateng, DIY dan sekitarnya.</div><div style="text-align: justify;">Rencana dalam waktu dekat stasiun YE2R — DRAGON DX Club akan mengambil bagian (lagi) dalam kontes CQWW SSB 2012 pada 27-28 Oktober 2012, dengan mengambil tempat di QTH Hans Budiono YB2DX, Jl. Pierre Tendean 17, Purwodadi - Grobogan 58111 ■</div></div><div style="text-align: justify;"><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-40682747407384316172012-10-08T00:53:00.000-07:002012-10-08T00:54:18.231-07:00Membuat sendiri 15m DELTA Loop<br /><b>obrolan AntennaManIa</b><br /><b><br /></b><b>Membuat sendiri 15m DELTA Loop</b><br /><b>TNX to Syarif Hidayat JG1WCT/YB1FWO</b><br /><br />Pengantar:<br />Dari Tokyo — QTH-nya saat ini — OM Syarif masih me- nyempatkan untuk mengirim orèk-orèkan tentang cara mem- biksen Antena DELTA Loop untuk band 15m yang diunggah- nya di FB.<br />Orèk-orèkan tersebut dilengkapi dengan foto-foto yang lebih dari sekedar deskritip, yang mendorong Penyunting untuk memohon persetujuan beliau untuk menyunting ulang dan me-nayang-kannya di e-QSP edisi ini. [Ed.]<br /><br />Antene Delta Loop ini diumpan (fed) di bawah, pada “titik temu” antara kedua sisi miring (lihat Gambar 1), untuk mendapatkan polarisasi horizontal.<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-Kd3B_MH89XQ/UHKC3P3bW3I/AAAAAAAAA3s/ILK1XZdXeWg/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page5_image4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-Kd3B_MH89XQ/UHKC3P3bW3I/AAAAAAAAA3s/ILK1XZdXeWg/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page5_image4.jpg" /></a></div><div style="text-align: center;">Gambar 1 : Feed point pada titik temu kedua sisi miring</div><br />Untuk merakitnya siapkan dulu bahan-bahan sbb.:<br /><br />I. ELEMEN:<br />Tiap sisi (miring) Delta Loop ini dibuat dari tubing alu- minium sepanjang 486 cm, atau total panjang kedua sisi miring = 972 cm.<br />Tambahan sisi horizontal (melintang di atas di antara kedua ujung sisi miring) dibuat dari kawat stainless steel berdiameter 1 mm sepanjang 476 cm, sehingga apabila dijumlahkan maka panjang total elemen Delta- loop ini adalah 1446 cm.<br />+/- 50 cm pangkal elemen yang paling bawah (diameter 1”= 254 mm) harus dibuatkan isolator agar nantinya tidak shorted (hubungan pendek) dengan mounting bracket. Isolator dapat dibuat dari potongan pipa PVC (Pralon) dengan diameter dalam 25 mm se panjang 3 ~ 4 cm. (Gambar 2)<br />[catatan Ed. : atau gunakan SOK (adaptor penyambung) PVC ukuran 1” yang lebih mudah didapat]<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-_a23EX9sT9I/UHKDBdW_lrI/AAAAAAAAA30/rW0tc3bYP2U/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page5_image2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-_a23EX9sT9I/UHKDBdW_lrI/AAAAAAAAA30/rW0tc3bYP2U/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page5_image2.png" /></a></div><div style="text-align: center;">Gambar 2: Isolator pada pangkal kaki elemen</div><br />II. MOUNTING BRACKET, dibuat dari bahan plaat alu- minium t. 5-6 mm ukuran 30 cm x 10 cm. Buat lubang untuk dudukan U-clamp (klem knalpot) ukuran sekitar 40 mm dengan diameter 6 mm, yang nantinya diguna- kan untuk “memegang” kaki (pangkal) elemen.<br />Lubang pada plaat tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga nantinya pangkal kaki-kaki elemen kiri/ kanan membentuk sudut +/- 650. Sesudah jadi plaat, lubang dan klemnya akan terlihat seperti pada Gambar<br />3 berikut.<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-bxUuLL8Se84/UHKDLJxC9lI/AAAAAAAAA38/6q7yU2DFnaQ/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page5_image3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-bxUuLL8Se84/UHKDLJxC9lI/AAAAAAAAA38/6q7yU2DFnaQ/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page5_image3.jpg" /></a></div><div style="text-align: center;">Gambar 3: Mounting bracket, perhatikan pengaturan lubang sehingga pangkal kaki ki/ka membentuk sudut 65"</div><div style="text-align: center;"><br /></div>Nantinya — apabila sisi miring sudah terpasang pada mounting bracket — tambahan sisi horizontal yang berupa kawat stainless steel (atau kawat tembaga enamel/kawat dinamo, atau kabel speaker yang di- split) bisa dipasang pada/di antara kedua ujung atas elemen/sisi miring. Pasangkan dulu kabel schoen/ sepatu kabel pada kedua ujung kawat untuk memu- dahkan koneksi ke tubing aluminium (Gambar 4).<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-ifdhLbQEdTA/UHKDU93XuRI/AAAAAAAAA4E/nColKXkOJI4/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page5_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-ifdhLbQEdTA/UHKDU93XuRI/AAAAAAAAA4E/nColKXkOJI4/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page5_image1.jpg" /></a></div><div style="text-align: center;">Gambar 4: Pasangkan kabel schoen pada kedua ujung ka- wat, dan kethok ujung aluminium tubing sampai rata untuk bisa “menerima” baut & sekrup pengencang koneksi ujung kawat ke ujung tubing.</div><br />III. BALUN: impedansi pada feed point antena jenis ini ada pada kisaran 100 ~ 200 ohm, karenanya harus di”sela”kan sebuah Balun sebagai penyelaras im- pedansi.<br />JG1WCT/YB1FWO mempergunakan Balun 4:1 yang dibuat dari lilitan bifiler kawat tembaga email dia. 1 mm sebanyak 8 ~ 10 lilitan pada cincin ferrit (beliau pakai merek TDK) berdiameter sekitar 2 cm.<br />Biar rapi, sesudah jadi Balun ini dimasukkan ke sepo- tong pipa PVC dia. 1.5” yang kemudian dilengkapi de- ngan cap, baut & sekrup seperlunya (sebagai titik-titik terminasi/koneksi ke elemen) dan konektor coax SO-259 untuk koneksi ke coax RG 58 panjang sebarang ke XCVR (lihat skema dan Gambar di halaman berikut). BTW, beberapa rekan di Jepang membuat/memasang Balun dengan perbandingan ratio 2,4:1, dan hasilnya relatif sama: didapatkan SWR yang relatip rendah dan flat sepanjang rentang band 15m).<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-CkYpfj37zUk/UHKD0iRHGVI/AAAAAAAAA4M/C-__bUUr5Ug/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page6_image4.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-CkYpfj37zUk/UHKD0iRHGVI/AAAAAAAAA4M/C-__bUUr5Ug/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page6_image4.png" /></a></div><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-dYGqL8FfE1A/UHKD8TZp9iI/AAAAAAAAA4U/JfsSJmpQPe0/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page6_image5.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-dYGqL8FfE1A/UHKD8TZp9iI/AAAAAAAAA4U/JfsSJmpQPe0/s320/Vol.+II-02-SEP+2012_page6_image5.png" width="179" /></a></div><br /><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: center;">Gambar 5: skema dan cara merakit Balun 4:1 [catatan Ed. : untuk bekerja barefoot (100 ~150 watt Po)</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: center;">cincin ferrit merk TDK bisa disubstitusi dengan cincin ferrit dia. +/- 2 cm warna kuning yang bisa di-pulung dari switching Power Supply pada desk top PC jadoel]</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">Pen g erj a a n</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">Siapkan dulu (atau potong-potong) pipa aluminum yang disambung teleskopis dengan ukuran masing-masing</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">segmen (yang sudah disesuaikan dengan jenis pipa yang ada di pasaran Indonesia) sbb. :</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">Diameter Panjang Panjang Jumlah</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">(mm) (efektip)</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">1” 50 50 2</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">7/8” 100 86 2</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">3/4” 100 86 2</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">5/8” 100 88 2</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">1/2” 100 88 2</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">3/8” 100 88 2</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">Panjang effektip satu sisi = 486 mm</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;">[catatan Ed.: kalau sulit mendapatkan diameter pipa yang persis sama dengan ukuran tersebut dalam Tabel, ukuran- ukuran panjang di atas harap dipakai sebagai ancer-ancer pemotongan pipa saja. Penyesuaian/adjustment dilakukan dengan memanjangkan ukuran satu segmen, kemudian di- ameter segmen berikut di”longkap”/diloncati/di-skip dan panjang segmen berikutnya lagi di”satu”an dengan panjang segmen yang dilongkapi, mis. : segmen 1 dibuat 100 mm, segmen ke 2 dilongkapi dan disatukan dengan segmen ke 3 untuk mendapatkan panjang efektip 172 mm, dan seterus- nya]</div><br /><br />Penyambungan antar segmen dilakukan dengan me- masukkan segmen berikut (yang diameternya lebih kecil) +/- 15 cm ke segmen yang lebih besar, ke- mudian sambungan di”mati”kan dengan rivette (lihat Gambar 6)<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-4LByeGNbtqA/UHKEE-WpI8I/AAAAAAAAA4c/a4F6IDJSfAk/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page6_image3.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-4LByeGNbtqA/UHKEE-WpI8I/AAAAAAAAA4c/a4F6IDJSfAk/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page6_image3.png" /></a></div><div style="text-align: center;">Gambar 6: penyambungan antar segmen dilakukan dengan menggunakan 2 bh rivette. Rivette pertama (yang sudah terpasang pada gambar) berfungsi seba- gai stopper supaya pipa yang lebih kecil tidak “nyerosot” masuk ke pipa yang lebih besar. Rivette kedua baru di”tancap”kan sesudah kedua segmen “pas” duduknya.</div><br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZGhLWaS-8sk/UHKENM45tPI/AAAAAAAAA4k/NLG-dVNHroQ/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page6_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZGhLWaS-8sk/UHKENM45tPI/AAAAAAAAA4k/NLG-dVNHroQ/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page6_image2.jpg" /></a></div><div style="text-align: center;">Gambar 7: Kedua pangkal sisi miring dengan isolator yang sudah terpasang</div><br />Dengan semua komponen (sisi miring, Balun) ter- pasang seperti terlihat di Gambar 1 dan segmen hori- zontal sudah terpasang maka “tongkrongan” akhir Delta Loop 15m di JG1WCT/YB1FWO ini terlihat seperti pada Gambar 8 berikut:<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZzjcUksUfXc/UHKGLMkEDEI/AAAAAAAAA5E/Ja325qDwGRk/s1600/jg1wct.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="228" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZzjcUksUfXc/UHKGLMkEDEI/AAAAAAAAA5E/Ja325qDwGRk/s320/jg1wct.jpg" width="320" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">Gambar 8: Delta Loop 15m di-install perpendicular (“menyi- ku”/900) terhadap 20m V-Dipole di bawahnya)</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div>Antena ini sudah digunakan selama +/- setahun tera- khir di JG1WCT/YB1FWO. Dibandingkan dengan 20m V -dipole yang 1/2λ full size, penerimaan Delta loop yang full 1λ relatif lebih hening karena noise floor-nya yang rendah. Seringkali ada station DX yang tidak terdengar dengan V-dipole, masih bisa didengar dengan baik dengan Delta Loop. Gain antena ini +/- 1,5 dBd, de- ngan rentang bandwidth yang lebar (SWR < 1:1,5. di sepanjang rentang band 15m). Antena ini juga mampu di-empani power sampai 500 watt.<br /><br /><br /><b>Catatan Ed. :</b><br />1. Kalau “tidak terbeli”, aluminium tubing untuk segmen miring bisa diganti dengan pipa PVC Type AW (dinding tebal) yang dibuat teleskopis juga dari beberapa diameter yang berurutan.<br />2. Solusi lain adalah membuatnya dari joran pancing fiber- glass. Cari yang panjangnya 6 mtr, potong/buang bagian ujung yang terlalu kecil sehingga tinggal sepanjang 4.86 mtr seperti yang diperlukan. Kalau dengan ini ujungnya masih terlalu kecil juga, potong lagi bagian yang terlalu kecil tersebut dan gantikan dengan menambahkan 1 mtr pipa PVC di bagian pangkal joran.<br />3. Kalau memakai pipa PVC atau joran fiberglass, JANGAN lupa memasukkan +/-25 cm dowel (potongan kayu yang diserut/dibubut berbentuk silindris) di pangkal segmen, supaya tidak “remuk” waktu klem-nya dikencangkan.<br />4. Dengan cara ini, SELURUH elemen lalu bisa dibuat dari kawat berisolasi atau kabel speaker sepanjang 14.46 mtr yang dimasukkan ke dalam pipa/joran.<br />5. BTW, untuk rekans yang ingin membuat 2 element Delta Loop, buat saja elemen kedua (sebagai REFlektor) dengan panjang total 105% dari ukuran Loop di atas (yang sekarang berfungsi sebagai DE/driven element).<br />6. OM Syarief tidak memberikan catatan apapun tentang design frequency antenanya, demikian juga itung-itungan untuk mendapatkan ukuran panjang elemen yang 14.46 mtr itu. Bagi rekan yang mau menghitung sendiri, rumus-nya adalah L 1λ(mtr) = 306.3/f. Rumus ini adalah rumus dasar yang tidak memperhitungkan K-factor (= ratio antara diameter kawat dengan panjang gelombang) yang tentunya berbeda antara aluminium tubing, kawat telan- jang dan kabel berisolasi, sehingga perlu dilakukan ad- justment/penyesuaian pada saat penalaan untuk menda- patkan penunjukan SWR terbaik.<br />7. Untuk 2 ele. Delta Loop ini mounting bracket harus diganti dengan jenis element-to-boom mounting bracket.<br /><br /><br /> Bukannya iklan, tapi seperti dimuat dalam beberapa akun FB (a.l. akun FB Orda Jabar) silah menghubungi OM Soe- tedja Wihardja YB1KEN di soetedja.wihardja@gmail.com yang menyediakan stok bracket ini (dan berjenis bracket jenis element-to-boom lainnya) yang dibuatnya dari alu- minium cor.<br /><br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-V61EKfFHOu8/UHKFSUU4tLI/AAAAAAAAA48/ObHQhBUzqhM/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page10_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="182" src="http://2.bp.blogspot.com/-V61EKfFHOu8/UHKFSUU4tLI/AAAAAAAAA48/ObHQhBUzqhM/s200/Vol.+II-02-SEP+2012_page10_image2.jpg" width="200" /></a></div><br />8. Jarak antar elemen buat saja antara 1.25 – 1.80 mtr (= +/- 1/8λ), jarak yang “pas” nanti dicari pada proses pena- laan, yang dilakukan dengan menggeser REF mendekat/ menjauhi DE sampai didapatkan kompromi terbaik antara Forward Gain dan Front-to-Back (F/B) ratio.<br /><br />So, enjoy homebrewing your own antenna, GL ES CU OTA ... ■<br /><br /><br /><div><br /></div><br /><div><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-41464421909918179302012-10-07T23:18:00.000-07:002012-10-07T23:18:03.536-07:00AMSAT Mission to Mars?<br /><div style="text-align: justify;"><b><span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"><b>Ham Radio and outer space exploration</b></span></b></div><div style="text-align: justify;"><b><br /></b></div><div style="text-align: justify;"><b>AMSAT Mission to Mars?</b></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">AMSAT (The Radio Amateur Satellite Corporation), oganisasi nirlaba yang mewadahi para amatir radio pe- merhati, penggiat dan pengguna teknologi satelit radio amatir dan komunikasi lewat satelit, termasuk mereka yang benar-benar ikut terlibat aktip dalam aspek hi-tech-nya (dari perancangan, pembuat peranti keras dan lunak, perakitan bahkan sampai tahap peluncuran, pengoperasian dan pengendalian satelit-satelit terse- but) — rupanya punya rencana besar: Misi Penerbang- an ke Mars, kenapa tidak?</div><div style="text-align: justify;">Dalam perbincangan dengan Gary KN4AQ dari TV-show HamRadioNow di Shelby HamFest pada week end awal September ini (7/9) President AMSAT Barry Baines WD4ASW menyebutkan kemungkinan (paling tidak su- dah terpikirkan) bagi beberapa immediate projects, antara lain pengendalian sebuah remote vehicle de- ngan perintah (commands) dari setasiun pengendali di Bumi yang direlay lewat setasiun angkasa antar bangsa ISS.</div><div style="text-align: justify;">Keberhasilan misi Curiosity Rover – di mana ada keter- libatan tangan (dan otak) amatir radio — terutama yang tergabung dalam W6VIO, the JPL Amateur Radio Club Station, walaupun belum tentu mereka juga tergabung dalam AMSAT (baca artikel tentang Curiosity di e-QSP edisi II-1 Agustus 2012) — rupanya mengingatkan Presi- dent Baines akan GO Mars, proyek untuk menempat- kan satelit (amatir) di orbit Mars, yang merupakan proyek andalan AMSAT-Deutschland e.V (AMSAT-DL), unit AMSAT di Jerman.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-nfdgjCSfvA8/UHJt_RbHEvI/AAAAAAAAA2w/pI3LtVkbVzQ/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page4_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-nfdgjCSfvA8/UHJt_RbHEvI/AAAAAAAAA2w/pI3LtVkbVzQ/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page4_image2.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Sepanjang +/- 30 tahun eksistensinya, AMSAT telah berhasil mengembangkan berbagai metoda untuk merealisasikan beberapa misi penjelajahan ruang ang- kasa berbudget rendah, dan kiat inilah yang juga diadaptasikan pada misi GO Mars P5A, yang meru- pakan proyek swasta pertama bagi sebuah misi ke planit Mars.</div><div style="text-align: justify;">Pimpinan proyek GO-Mars adalah fisikawan Prof. Dr. Karl Meinzer DJ4ZSC dan Presiden AMSAT-DL Peter Gülzow DB2OS .</div><div style="text-align: justify;">Prof. Meinzer sudah mengantongi jam terbang sebagai System Architect and Project Leader pada 6 (enam) proyek peluncuran satelit AMSAT sebelumnya, yang menjadi dasar pemikiran dalam mengembangkan proyek ambisius “interplanetary flight to Mars” ini. Am- bisi lain yang memotivasi mereka adalah keinginan untuk membuktikan bahwa penerbangan antar planit adalah laik dan layak untuk diwujudkan, dengan biaya</div><div style="text-align: justify;"></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;">yang relatip rendah (small budget), dan memberi ke- sempatan semua fihak terkait untuk bisa berperan serta dan berkontribusi.</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"><br /></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"><b>GO Mars: the Mission</b></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;">Gagasan bagi pengembangan proyek ini berawal lebihdari 10 tahun yang lalu, menyusuli keberhasilan pelun- curan satelit komunikasi AMSAT Oscar-40 di tahun 2000.</div><br /><div style="text-align: justify;">Misi Go Mars P5A akan mengemban berbagai misi a.l. :</div><div style="text-align: justify;"> Sebagai setasiun relay di orbit Mars, untuk meman- car-ulangkan data-data riset/penelitian permukaan Mars ke Bumi.</div><div style="text-align: justify;"> Dengan kamera observasi yang dibawanya akan mengambil foto (khususnya) permukaan Mars dan cakrawala ruang angkasa antar planet.</div><div style="text-align: justify;"> Melakukan berbagai penelitian dan percobaan ilmiah dengan berjenis probe yang dibawanya.</div><div style="text-align: justify;"> Bahkan bisa dijajagi untuk membawa modul penda- rat (ke permukaan Mars) atau satelit kedua.</div><div style="text-align: justify;"> Selama penerbangan (dan berada di orbit) berjenis teknologi di bidang penerbangan ruang angkasa dan komunikasi dapat diujicoba dan dievaluasi.</div><div style="text-align: justify;"> Dan lain-lain misi, terutama di bidang edukasi</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-cmFmbTCpzGc/UHJuYX9uW-I/AAAAAAAAA24/1QFIGv1GETY/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page4_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-cmFmbTCpzGc/UHJuYX9uW-I/AAAAAAAAA24/1QFIGv1GETY/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page4_image1.jpg" /></a></div><div style="text-align: center;">Prof. Dr. Karl Meinzer DJ4ZC dan Presiden AMSAT-DL Peter Gülzow DB2OS di depan satelit seri P3x</div><div style="text-align: center;">yang teknologinya mendasari pengembangan satelit P5A yang nantinya diluncurkan ke orbit Mars.</div><div style="text-align: center;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Unsur tehnis (dan segi finansiilnya) lain yang tak kalah penting untuk dicermati adalah “sisi Bumi” dari proyek ini, a.l. fasilitas bagi penjejakan, penyelia dan pengen- dalian. Untuk ini antena parabola bergaris tengah 20 meter di observatorium Bochum sudah diaktipkan kembali dan diuji coba, misalnya untuk menjejaki ber- bagai probes NASA dan ESA (European Space Agency) seperti Mars Express, wahana Cassini (ke planet Satur- nus) dan “pemburu komet” Rosetta.</div><div style="text-align: justify;">Pada musim semi 2006 team AMSAT-DL berhasil men- jejaki dan menerima sinyal dari Voyager 1 yang (pada saat itu) berada pada jarak +/- 14.7 trilyun kilometer dari Bumi.</div><div style="text-align: justify;">Probe P5A akan diluncurkan pada “celah/jendela” peluncuran” (launch window) di tahun 2016, tapi sebe- lumnya terlebih dulu akan diluncurkan satelit komuni- kasi P3E yang akan membawa (untuk diuji coba) ber- bagai peranti penelitian yang nantinya dibawa P5A, a.l.:</div><div style="text-align: justify;"> Sebuah transponder bagi komunikasi antara Mars dan Bumi</div><div style="text-align: justify;"></div><div style="text-align: justify;"> Sebuah Oscillator ultra-stable sebagai bakuan fre- kuensi berpresisi tinggi bagi komputer dan sistim</div><div style="text-align: justify;"></div><div style="text-align: justify;">radio yang nantinya dibawa P5A</div><div style="text-align: justify;">Sebuah kamera navigasi perbintangan (star naviga- tion camera) untuk menentukan posisi dan orientasi yang presisi.</div><div style="text-align: justify;">P3E diskedulkan untuk diluncurkan pada launch win- dow di antara tahun 2012 ~2016.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Kendala </b></div><div style="text-align: justify;">Pada 16 September 2012 Dewan Direksi (BOD) AMSAT</div><div style="text-align: justify;">-DL merilis sebuah pernyataan yang cukup mengejut- kan: karena berbagai pertimbangan the German space agency DLR (= NASA atau LAPAN-nya Jerman) memu- tuskan untuk menghentikan dukungannya bagi proyek GO Mars, seperti tersebut dalam sebuah surat yang mereka terima pada akhir Juni yll.:</div><div style="text-align: justify;">"the DLR Program Board comes to the conclusion, that pursuit of the P5 idea is infeasible and also financially infeasible."</div><div style="text-align: justify;">Yang paling terimbas keputusan ini adalah peluncuran P3E, yang memang dijadwalkan “dalam waktu dekat”</div><div style="text-align: justify;">Namun demikian, pada rilis tersebut juga disebutkan bahwa keputusan DRL tersebut tidak akan menyurut- kan langkah AMSAT-DL untuk meneruskan proyek ini. Rupanya, sejak beberapa waktu mereka sudah mela- kukan penjajagan dengan CAMSAT (Chinese AMSAT):</div><div style="text-align: justify;">...”Just recently good contact with AMSAT China (CAMSAT) was established. China has suitable launchers to bring payloads into GTO [Geostationary Transfer Orbit, Ed.] Moreover, China has discovered that amateur radio is a means of motivating young people to technical universal studies ....”</div><div style="text-align: justify;">[= radio amatir adalah (salah satu) jalan untuk memotivasi generasi muda untuk mempelajari hal-hal tehnis tentang alam semesta]</div><div style="text-align: justify;">Hmmmmm, semoga apresiasi otoritas Cina bagi kegiatan radio amatir seperti tersirat dalam rilis AMSAT</div><div style="text-align: justify;">-DL tersebut tidak menyurutkan optimisme mereka dalam membuat proyek GO Mars ini GO-GO-GO pada waktunya ... ■</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>PROITERES, JL3YZK “mengudara”</b></div><div style="text-align: justify;">Pada tanggal 04:21 UTC 9 September 2012, satelit</div><div style="text-align: justify;">amatir radio Jepang PROITERES berhasil diluncurkan dengan roket PSLV (Polar Satellite Launch Vehicle) C21 dari Satish Dhawan Space Center (SDSC) milik the Indian Space Research Organisation (ISRO) di Sri- harikota, India.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-8X27gxJCyBU/UHJvxVjr8bI/AAAAAAAAA3I/Xt8Igt-huNA/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page10_image3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-8X27gxJCyBU/UHJvxVjr8bI/AAAAAAAAA3I/Xt8Igt-huNA/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page10_image3.jpg" /></a></div><div style="text-align: center;">[catatan: sejak 10 Januari 2007 Mikro satelit LAPAN TUBSat (berat 55 kilogram, dimensi 45 x 45 x 27 cm3) demikian juga satelit-satelit LAPAN/ORARI yad. meng- gunakan fasilitas peluncuran SDSC ini]</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Bersamaan dengan Proiteres ikut juga diluncurkan satelit SPOT-6*). Roket PSLV C21 yang dilengkapi pe- ranti navigasi mRESINS (mini Redundant Strapdown Inertial Navigation System) menempatkan PROITERES pada orbit dengan inklinasi 98.28º dan apogee/peri- gee 654/643 km dan SPOT-6 pada altitude 694 KM.</div><br /><br /><br /><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Misi PROITERES</div><div style="text-align: justify;">1. Berbagai eksperimen untuk meng-verifikasi propa- gasi sinyal radio 2-arah pada band amatir V/UHF.</div><div style="text-align: justify;">2. Ujicoba komunikasi untuk meningkatkan pengua- saan teknologi komunikasi satelit dengan meng- gunakan perangkat alkom standard (= off-the-shelf, BUKAN yang dirancang khusus atau mil-specs).</div><div style="text-align: justify;">3. Penjejakan (tracking) dan komunikasi 2 arah lewat satelit oleh dan di antara amatir radio di Bumi .</div><div style="text-align: justify;">4. Ujicoba roket bertenaga listrik</div><div style="text-align: justify;">5. Pengamatan udara Distrik Kansai, terutama kawas- an Osaka di sekitar cekungan (basin) Yodogawa dengan kamera berresolusi tinggi.</div><div style="text-align: justify;">PROITERES (PRoject of OIT Electric-Rocket-Engine On- board Small Space Ship) dibangun oleh para maha- siswa dan civitas academica Osaka Institute of Tech- nology (OIT) dan dirancang untuk mendemonstrasikan penggunaan Pulsed Plasma Thruster (PPT) engine, dengan membawa 2 buah CPU yang menggunakan O/ S Linux.</div><div style="text-align: justify;">Hari itu juga (9/9-2012) pada 07:36 UTC Mike Rup- precht DK3WN melaporkan dapat menerima kethuan callsign JL3YZK di frekuensi 437.485 MHz ■</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">*) SPOT ( Système Pour l’Observation de la Terre = sistim untuk observasi/pengamatan Bumi) adalah rangkaian satelit pengamat optis berresolusi tinggi yang dioperasikan Spot Image di Toulouse, Peran- cis. Diprakarsai oleh French space agency CNES (Centre national d'tudes spatiales) sejak tahun 70an dan dikembangkan atas kerjasama dengan SSTC (Belgian scientific, technical and cultural services) dan SNSB (Swedish National Space Board).</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">BTW, sekedar mengingatkan, how’s thing going dengan proyek-proyek LAPAN/ORARI yang di”garap” AMSAT ID (yang masa bakti Kepengurusannya - vide SKpts KetUm ORARI nr KEP 041/OP/KU/2008 & KEP 042/OP/KU/2008 ttg. 9 Sep- tember 2008 - kecuali ada perpanjangan sudah berakhir di tahun 2011) ???</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-Y7v9CmB7NYo/UHJvDujyIEI/AAAAAAAAA3A/kAaNcGvq2hY/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page10_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Y7v9CmB7NYo/UHJvDujyIEI/AAAAAAAAA3A/kAaNcGvq2hY/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page10_image1.jpg" /></a></div><br /><br /><br /><br /><br /><br />unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-28199956956878545362012-10-07T23:06:00.000-07:002012-10-07T23:06:03.661-07:00Ekspedisi 32 kembali ke Bumi<br /><b>Ham Radio returns from outer space</b><br /><b><br /></b><b>Ekspedisi 32 kembali ke Bumi</b><br /><br /><div style="text-align: justify;">17 September 2012:</div><div style="text-align: justify;">Setelah meninggalkan Bumi selama 125 hari (123 hari di antaranya dengan berada di stasiun angkasa antar- bangsa ISS) maka para awak Expedition 32 kembali ke Bumi, dengan mendarat mulus pada jam 02:53 UTC (08:53 local time), hari Senin 17 September 2012 di hamparan padang rumput di Kazakhtan.</div><div style="text-align: justify;">“Prosesi” kembalinya ekspedisi ini diawali dengan acara Sertijab (Serah Terima Jabatan) dari Komandan Exp. 32 Gennady Padalka RN3DT (kanan pada foto di bawah) kepada Sunita Williams KD5PLB, yang dengan Sertijab ini kemudian meneruskan “jabatan” sebagai Komandan Exp. 33.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-PjDCrzd5v-0/UHJsMT9d5GI/AAAAAAAAA2A/yLxFySpR4GE/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page2_image6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="170" src="http://4.bp.blogspot.com/-PjDCrzd5v-0/UHJsMT9d5GI/AAAAAAAAA2A/yLxFySpR4GE/s320/Vol.+II-02-SEP+2012_page2_image6.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Keesokan harinya (Minggu 16/9), Padalka bersama dua orang awak Expedition 32 lainnya Sergei Revin RN3BS dan Joseph Acaba KE5DAR masuk ke modul undocking Poisk untuk mengenakan/berganti pakaian dengan baju angkasa bertekanan Sokol, sebelum me- masuki wahana Soyuz TMA-04M yang membawa mereka kembali ke Bumi. Sesuai SOP (Prosedur Op- erasi Baku), mereka diharuskan untuk melakukan leakage test (test kebocoran) yang ketat sebelum me- lepaskan mekanisme penggandengan Soyuz TMA-04M dengan modul Poisk pada jam 23:09 UTC.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/--P6kw2TybWM/UHJsW8Zjk_I/AAAAAAAAA2I/smVl8vfPx4c/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page2_image5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/--P6kw2TybWM/UHJsW8Zjk_I/AAAAAAAAA2I/smVl8vfPx4c/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page2_image5.jpg" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: center;">[Ki-ka]: Acaba, Padalka dan Revin melakukan standard leakage check di wahana Soyuz TMA-04M yang membawa mereka kembali ke Bumi.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Begitu memasuki atmosfir Bumi, laju pendaratan di- perlahan dengan terbukanya payung oranye belang putih (lihat foto), sebelum akhirnya retro roket dinya- lakan pada ketinggian beberapa puluh meter terakhir untuk lebih menjamin soft landing (pendaratan empuk) saat menyentuh permukaan Bumi.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-2FL8nEvx-T4/UHJshWXGwxI/AAAAAAAAA2Q/HvYkN2WKzLo/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page2_image4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-2FL8nEvx-T4/UHJshWXGwxI/AAAAAAAAA2Q/HvYkN2WKzLo/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page2_image4.jpg" /></a></div><div style="text-align: center;">Kombinasi berkembangnya payung dan semburan retro rocket menja- min soft landing modul pendarat Soyus TMA-04M di padang rumput dekat kota Arkalyk, Kazakhstan.</div><div style="text-align: center;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-dMb3nLrchHg/UHJsvB3qUoI/AAAAAAAAA2Y/OiSIFW9HBgI/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page2_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-dMb3nLrchHg/UHJsvB3qUoI/AAAAAAAAA2Y/OiSIFW9HBgI/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page2_image1.jpg" /></a><a href="http://1.bp.blogspot.com/-G5dLLEMCsUI/UHJswZmWTXI/AAAAAAAAA2g/1qeBzq_UQ1w/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page2_image2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-G5dLLEMCsUI/UHJswZmWTXI/AAAAAAAAA2g/1qeBzq_UQ1w/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page2_image2.png" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div> <a href="http://1.bp.blogspot.com/-4MaEv9DMY_I/UHJsxJyJKbI/AAAAAAAAA2o/ibPVQLfP9eM/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page2_image3.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-4MaEv9DMY_I/UHJsxJyJKbI/AAAAAAAAA2o/ibPVQLfP9eM/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page2_image3.png" /></a><br /><div style="text-align: center;">Routine medical check up segera sesudah mendarat di Bumi, dan gantian membubuhkan tanda tangan di dinding modul pendarat.</div><div style="text-align: center;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Selama di ISS, Exp. 32 telah memutari Bumi sebanyak 2.000 x atau setara jarak 52,906,428 miles.</div><div style="text-align: justify;">Dengan 711 hari terbang di ruang angkasa Padalka sekarang berada di ranking ke 4 dalam daftar rekor hari terbang (rekor pertama dengan 803 hari/6 pener- bangan dipegang oleh kosmonaut Sergei Krikalev U5MIR). Hari terbang panjang Padalka juga mencakup rekor 3x sebagai Komandan ekpedisi di ISS dan sebe- lumnya 1x di stasiun angkasa Russia Mir di tahun 1998.</div><div style="text-align: justify;">Kembalinya mereka ke Bumi meninggalkan ISS di bawah komando Sunita Williams, dengan ditemani flight engineers Yuri Malelenko RK3DUP dan Akihiko Hoshide KE5DNI. Sunita memegang rekor sebagai satu-satunya perempuan yang sempat 2x menjadi awak Eskpedisi ISS dalam 14 tahun sejarah ISS.</div><div style="text-align: justify;">Exp. 33 akan dilengkapi oleh Kevin Ford KF5GPP, Oleg Novitskiy dan Evgeny Tarelkin yang akan menyusul pada bulan Oktober 2012 dengan menggunakan wa- hana Soyus TMA-06M ■</div><div style="text-align: justify;"><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-37554573674680332282012-10-07T22:59:00.000-07:002012-10-07T22:59:37.363-07:00What more you’re curious to know about Curiosity? - Part II<br /><div style="text-align: justify;"><b>What more you’re curious to know about Curiosity? - Part II</b></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-QWDc2iQhUls/UHJp5muTmsI/AAAAAAAAA1Y/j5w7YRvd07U/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page1_image3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-QWDc2iQhUls/UHJp5muTmsI/AAAAAAAAA1Y/j5w7YRvd07U/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page1_image3.jpg" /></a></div><div style="text-align: center;">[Atas] Close up dari tiga buah roda Curiosity yang diambil dengan kamera MAHLI/Mars Hand Lens Imager di ujung ta- ngan robot Curiosity. MAHLI dirancang untuk bisa mengambil foto close-up berresolusi tinggi, dengan kemampuan untuk focusing dari jarak 2 cm ~ tak terhingga (infinity), yang me- mungkinkan untuk memotret contoh bebatuan, tanah, bahkan sampai dirinya sendiri dari berbagai angle/sudut .</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Foto di sebelah kanan diambil de- ngan lensa fish-eye pada Hazcams (Hazard Avoidance cameras) yang terpasang di bagian depan rover. Foto diambil pada beberapa jam pertama keberadaan Curiosity di dasar kawah Gale, memperlihatkan jejak roda Curiosity segera sesudah menyelesaikan test drive pertama- nya. Rover bergerak maju 15 ft (4.5 mtr), berputar 1200 dan mundur 8.2 ft (2.5 mtr), untuk kemudian “parkir”</div><div style="text-align: justify;">20 ft (6 mtr) dari Bradbury Landing, landasan pendaratannya ■</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Di dek Curiosity tertera tanda ta- ngan Clara Ma (12 tahun), yang namanya diabadikan di tempat- terhormat itu karena nama Curi- osity diambil dari penggalan kali- mat dalam sebuah essay karang- annya:</div><div style="text-align: justify;">.... "Curiosity is the passion that drives us through our everyday lives” ....</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-IUeI9bBTq3U/UHJqBMGz9YI/AAAAAAAAA1g/DytvC_ktjNE/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page1_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="221" src="http://2.bp.blogspot.com/-IUeI9bBTq3U/UHJqBMGz9YI/AAAAAAAAA1g/DytvC_ktjNE/s320/Vol.+II-02-SEP+2012_page1_image2.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: center;">Photos credit went to NASA/JPL - Caltech</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><br /><div style="text-align: justify;">[= ke-ingin tahu-an adalah gairah yang memotivasi kita dalam kehidupan kita sehari-hari].</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-I6hCSWABjqk/UHJqY86hrHI/AAAAAAAAA1o/pwVRJXL_Cp0/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page3_image3.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-I6hCSWABjqk/UHJqY86hrHI/AAAAAAAAA1o/pwVRJXL_Cp0/s320/Vol.+II-02-SEP+2012_page3_image3.png" width="175" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Clara Ma, gadis cilik (12 thn, kelas 6 di tahun 2009) dari Kansas, berfoto dengan sebuah mockup berukuran penuh dari roda Curiosity di Kennedy Space Center, Florida, sehari sebelum peluncurannya pada jam 10:02 a.m. EST (15:02 UTC) 25 November, 2011.</div><div style="text-align: justify;">Clara memasukkan nama "Curiosity" pada sayembara yang diadakan oleh NASA untuk mencari nama bagi Mars rover yang waktu itu sudah memasuki tahap akhir pengembang- annya. [Photo Credit: Mike Wall/SPACE.com]</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"></div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;">Di tahun 2009 ~ 2011 NASA memberikan kesempatan bagi umum untuk memasukkan nama mereka untuk dikirim atau dibawa ke Mars dengan berbagai wahana angkasa yang sedang disiapkan pada saat itu.</div><div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;">1.2 juta nama masuk dari segenap penjuru dunia, dan nama-nama mereka kemudian di-etsa pada sekeping silicon dengan menggunakan electron-beam yang digunakan untuk membuat berbagai micro-chip di JPL. Chip inilah yang kemudian ditaruh di dek Curiosity, ber- sama tandatangan Clara Ma dan sebuah plaket kepre- sidenan yang ditandatangani Presiden Barack Obama dan Wakil Presiden Joe Biden ■</div><br /><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Curiosity as seen from MRO (Mars Reconnaissance Orbiter)</b></div><div style="text-align: justify;">Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) adalah sebuah wahana angkasa multiguna yang sesuai namanya dirancang untuk melakukan pengintaian (reconnais- sance) permukaan planit Mars dari orbit. Wahana se- nilai USD 720mio ini dibuat oleh Lockheed Martin dibawah supervisi JPL/Jet Propulsion Laboratory (afiliasi dari Caltech/California Institute of Technology), yang juga mengelola pengoperasiannya (untuk NASA)</div><div style="text-align: justify;">MRO diluncurkan pada 12 Agustus 2005 dan mema- suki orbit Mars pada 10 Maret 2006. Sesudah melalui proses aerobraking selama +/- lima bulan, pada No- vember 2006 MRO menempati posisinya pada orbit nyaris berbentuk elips yang mengambang stationary dengan apogee dan perigee 250 ~ 316 KM di atas per- mukaan Mars. Pada lintasannya, MRO “bergabung” dengan pengoperasian wahana lain: Mars Global Sur- veyor, Mars Express, Mars Odyssey, and dua (tiga ter- masuk Curiosity) Mars Exploration Rovers. MRO ber- fungsi sebagai setasiun relay/repeater bagi berbagai misi di permukaan Mars ■</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-URvNFnOm6bA/UHJrK4L5g_I/AAAAAAAAA1w/Hh6IIXfr994/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page3_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-URvNFnOm6bA/UHJrK4L5g_I/AAAAAAAAA1w/Hh6IIXfr994/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page3_image1.jpg" /></a></div><div style="text-align: center;">[Atas kiri] Foto yang diambil dengan kamera HiRISE (High-Resolution Imaging Science Experiment) yang terpasang di wahana MRO (Mars Reconnaissance Orbiter — lihat text) memperlihatkan parasut (warna kuning) dan “kubah” pendaratan yang membungkus Curiosity saat men- darat di dasar kawah Gale di permukaan Mars. Area sekitar titik penda- ratan terlihat agak gelap karena semburatnya debu akibat semburan retro-rocket yang menahan laju hempasan Curiosity saat melalukan soft- landing.</div><div style="text-align: center;">HiRISE yang buatan Ball Aerospace & Technologies Corp., Boulder, Colo. adalah salah satu dari enam instruments yang terpasang di MRO — yang dioperasikan secara remote dari lab di The University of Ari- zona, Tucson, AZ.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-dKcLMfhGNJI/UHJrRZ7hNeI/AAAAAAAAA14/10SYHMX2EFk/s1600/Vol.+II-02-SEP+2012_page3_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="207" src="http://3.bp.blogspot.com/-dKcLMfhGNJI/UHJrRZ7hNeI/AAAAAAAAA14/10SYHMX2EFk/s320/Vol.+II-02-SEP+2012_page3_image2.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: center;">[Atas kanan] Foto yang juga diambil dengan kamera HiRISE mem- perlihatkan beberapa ratus meter jejak roda Curiosity sewaktu memulai penjelajahannya. </div><div style="text-align: center;">Pada foto di atas posisi rover berada di tempat dimana jejaknya bera- khir.</div><div style="text-align: center;">Dua spots berwarna kegelapan dekat tempat pendaratan Curiosity terbentuk saat debu di permukaan kawah Gale berhamburan terkena semburan retro rocket modul pendarat pada tahap-tahap akhir penda- ratannya, dan memperlihatkan permukaan kawah yang mengandung pasir basalt, batuan gunung sisa-sisa letusan gunung jutaan tahun yang lalu (yang meninggalkan kawah atau kaldera Gale sekarang) Pengamatan atas “jejak-jejak” masa lalu tersebut akan mengungkap- kan berbagai informasi tentang bagaimana permukaan Mars berubah sesuai dengan penumpukan debu serta erosi yang mengikis dan</div><div style="text-align: center;">menggerus tumpukan debu tersebut sepanjang perjalanan waktu..</div><div style="text-align: center;">[ Photos Credit :NASA/JPL - Caltech ]</div><br /><br /><br /><br />unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-80222934469864350562012-10-07T22:47:00.002-07:002012-10-07T22:59:49.175-07:00Sekapur Sirih .....Tahun II, edisi 02, Sept 2012<div style="text-align: justify;"><b>Sekapur Sirih .....Tahun II, edisi 02, Sept 2012</b></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Dear e-QSP readers ...</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">+ kembali beberapa kisah ringan seputar Mars Rover Curios- ity tertayang di halaman depan. Dan “kepalang” meliput tentang hal-hal yang berkaitan dengan penjelajahan ruang angkasa, pada kolom Ham Radio returns from outer space bisa diikuti sehalaman penuh tentang kembalinya Expedi- tion 32 ke Bumi.</div><div style="text-align: justify;">+ Masih dalam konotasi kepalang, ikuti juga kiprah rekan amatir yang tergabung dalam AMSAT - yang sayangnya bukan AMSAT ID - selama bulan September 2012 di kolom Ham Radio in outer space exploration.</div><div style="text-align: justify;">+ Cermati suntingan ulang juklak pem-biksen-an antena Delta Loop 15m dari OM Syarief Hidayat JG1WCT/YB1FWO di kolom AntennaMania, juga tentang para DX-ers yang terga- bung dalam Dragon DX Club serta OBITUARI bagi be- berapa rekan amatir — dalam dan manca negara — yang telah mendahului kita di halaman-halaman akhir.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Selamat membaca, and as always: pse ENJOY …. [Ed.]</div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-42950124946664303892012-09-07T10:07:00.001-07:002012-09-07T10:08:07.288-07:00QSL cards of the month <b>QSL cards of the month</b><br /><div><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://www.dxcoffee.com/eng/wp-content/uploads/2012/07/Indonesia_YB67RI_67-Year-of-the-Independence-of-the-Indonesia.bmp" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://www.dxcoffee.com/eng/wp-content/uploads/2012/07/Indonesia_YB67RI_67-Year-of-the-Independence-of-the-Indonesia.bmp" /></a></div><div><br /></div>unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-2721509977860151278.post-55016550126788949042012-09-07T10:05:00.000-07:002012-09-07T10:05:31.031-07:00O B I T U A R I .....<br /><b>O B I T U A R I .....</b><br /><b><br /></b> 1 Agustus 2012: <b>Harold Allen W4MMC</b>, Senior Scientist pada NASA dan JPL.<br />Harold terlibat aktip a.l. pada proyek menembakkan sinar laser ke permukaan bulan (untuk mengamati selebar apa jadinya berkas sinar laser sesudah menempuh jarak Bumi- Bulan); memecahkan masalah sistim pelindung panas (heat shield) pada Space Shuttle; serta beberapa misi pengiriman wahana penelitian ke planit Mars (a.l. Viking Lander).<br /><br />7 Agustus 2012: <b>Sir Bernard Lovell</b>, astronomer, pendiri Observatorium Jodrell Bank di Cheshire (UK) pada usia 98 tahun.<br />Kompleks Jodrell Bank didominasi oleh teleskop dengan jarak fokus (focal length) 76 mtr (250 ft) yang di tahun 1945 dirancangnya bersama koleganya Sir Charles Husband. Sejak itu Jodrell Bank seolah jadi ikon keunggulan Kerajaan Inggris di bidang science & engineering.<br />Ketika diresmikan pada tahun 1957, teleskop ini merupakan yang terbesar di dunia, dan beberapa hari sejak diresmikan berhasil menjejaki roket yang menempatkan Sputnik 1 ke orbitnya mengelilingi bumi — yang menandai awal dari era penjelajahan ruang angkasa.<br />Saat ini teleskop di Jodrell Bank masih merupakan ketiga terbesar di dunia, Serangkaian upgrades menjadikannya sebagai salah satu pemain utama dalam berbagai riset ten- tang pulsars, yang merupakan bagian dari kajian atas ilmu fisika modern, termasuk teori relativitas dari Einstein.<br />Tahun 2011 Jodrell Bank dimasukkan dalam shortlist World Heritage Site (warisan dunia) di bidang riset dan edukasi.<br /><br />25 Agustus 2012: <b>Neil A. Armstrong</b> (82 tahun) astro- naut — yang pada 20 Juli 1969 sebagai awak Appolo 11 menjadi manusia pertama yang meninggalkan jejak tapak kaki di permukaan Bulan.<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-YQCDhnGDnio/UEoonzmbPwI/AAAAAAAAA0o/F0OdIKFi_v8/s1600/Vol.+II-1-AUG.+2012_page9_image1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-YQCDhnGDnio/UEoonzmbPwI/AAAAAAAAA0o/F0OdIKFi_v8/s1600/Vol.+II-1-AUG.+2012_page9_image1.jpg" /></a></div><br />Untuk menghormati pahlawannya, pada hari pema- kamannya, NASA mengeluarkan Statement sbb.:<br />Source: NASA HQ; Posted Friday, August 31, 2012<br /><br />WASHINGTON -- Today, we pay tribute to a pioneering American; an explorer, a patriot and an individual who, with 'one small step,' achieved an impossible dream. Family, friends and colleagues of Neil's gathered to reflect on his extraordinary life and career, and offer thanks for the many blessings he shared with us along the way.<br /><br />His remarkable achievements will be forever remem- bered, and his grace and humility will always be ad- mired. As we take the next giant leap forward in hu- man exploration of our vast universe, we stand on the shoulders of this brave, reluctant hero.<br />Neil Armstrong's first step on the moon paved the way for others to be the 'first' to step foot on another planet. We have an obligation to carry on this uniquely American legacy.<br />A grateful nation offers praise and salutes a humble servant who answered the call and dared to dream .. ■<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZS6sJwfypzs/UEoovr7jPrI/AAAAAAAAA0w/XpLPxAEq71M/s1600/Vol.+II-1-AUG.+2012_page9_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZS6sJwfypzs/UEoovr7jPrI/AAAAAAAAA0w/XpLPxAEq71M/s1600/Vol.+II-1-AUG.+2012_page9_image2.jpg" /></a></div><br />Neil A. Armstrong beristirahat di Modul Pendarat (Lunar Module) di permukaan Bulan segera sesudah menyelesai- kan “misi” jalan-jalan atau moonwalk-nya . (Credit: NASA)<br /><br />Ucapan Armstrong saat dia menjadi orang pertama yang pernah menapakkan kaki di bagian planit (bumi) yang “lain” ... : "That is one small step for (a) man, one giant leap for mankind," kini sudah menjadi bagian dari sejarah ke- manusian.<br />Kalimat singkat yang dipancarkannya dari Laut Ketenangan (Sea of Tranquillity) itu bak klimaks dari upaya dan harapan berjuta manusia serta curahan anggaran bertriliun dollar yang dikucurkan para pembayar pajak di AS. Sepenggal kali- mat yang tertulis pada sekeping plaket yang juga ditinggal- kan di dekat jejak tapak kakinya yang berbunyi: “We came in peace for all mankind," seakan menegaskan bahwa Arm- strong dan rekannya Edwin "Buzz" Aldrin berada di sana se- bagai perwakilan dari seluruh penghuni planit Bumi.<br />Neil A. Armstrong meninggalkan seorang isteri, dua orang anak, 2 orang anak angkat,10 cucu, seorang adik laki-laki dan perempuan.<br />Neil lahir pada 5 Agustus 1930 di Wapakoneta, Ohio. Ia men- dapatkan S1 di bidang aeronautical engineering dari Purdue University dan S2 di bidang aerospace engineering dari Uni- versity of Southern California.<br />Berdinas sebagai penerbang Angkatan Laut (1949 -1952), selama Perang Korea ia terlibat dalam 78 operasi.<br />Tahun 1955 ia bergabung ke National Advisory Committee for Aeronautics (NACA) — cikal bakal dari NASA yang ada sekarang — sebagai pilot peneliti pada Lewis Laboratory di Cleveland.<br />Armstrong kemudian dipindahkan ke NACA's High Speed Flight Research Station di pangkalan Edwards, California. Sebagai pilot dia berada di jajaran terdepan dalam pengem- bangan berjenis pesawat, seperti X-15 (pesawat eksperimental yang dapat terbang pada kecepatan 4,000 mph) dan lebih dari 200 jenis jet, pesawat bertenaga roket, helikopter, gliders dan sebagainya.<br /><br />Armstrong terpilih jadi astronaut pada 1962, dan pada 16 Maret 1996 terbang sebagai komandan misi Gemini 8. Bersama astronaut David R. Scott ia melakukan uji coba awal bagi penggandengan (docking) di ruang angkasa, dengan satelit Agena sebagai sasaran penggandengan.<br /><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-ty40hGBPVvM/UEopJNESpyI/AAAAAAAAA04/z0tIlCHLm78/s1600/Vol.+II-1-AUG.+2012_page10_image2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ty40hGBPVvM/UEopJNESpyI/AAAAAAAAA04/z0tIlCHLm78/s1600/Vol.+II-1-AUG.+2012_page10_image2.jpg" /></a></div><br />W6VIO USA<br />JET PROPULSION LABORATORY ARC PO BOX 842<br />La Canada, CA 91012, USA<br />QSL-card dan mailing label W6VIO di QRZ.com (baca berita tentang “ulah” mereka pada Proyek Curiosity di halaman 1)<br /><br />Kurang dari sejam sesudah berhasil docking, Gemini 8 ber- putar-putar (rolling) tak terkendali, bahkan saat mekanisme penggandengan dinon-aktipkan perputaran sempat menca- pai 1x putaran/detik. Rupanya salah satu dari 16 retro rocket Gemini terpicu untuk menyala oleh hubungan pendek pada rangkaian listriknya.<br />Sesudah +/- 30 menit berjuang dengan mengaktipkan be- berapa retro-rocket lainnya, Armstrong berhasil meng-stabil- kan Gemini, dan sesuai prosedur keselamatan (terkait retro- rocket yang diaktipkan sebelum waktunya) memutuskan untuk membatalkan misi dan kembali ke Bumi. MIsi berakhir dengan selamat dengan terceburrya Gemini 8 ke zona pen- daratan darurat di Pasifik Barat, mengakhiri penerbangan dramatis selama 10 jam 41 menit.<br />Apollo 11 diluncurkan pada 16 Juli 1969, dengan awak Neil Armstrong, “Buzz” Aldrin dan Mike Collins (Collins tinggal di Command Module yang mengorbit bulan saat Armstrong dan Aldrin berhasil mendaratkan modul pendarat Eagle di permu- kaan Bulan dan mengirim pesan radionya: "Houston ...., Tranquillity Base here ... The Eagle has landed ..."<br />Armstrong dan Aldrin menghabiskan sekitar 2 jam melaku- kan tiga eksperimen ilmiah serta mengumpulkan +/- 25 kg bebatuan Bulan. Hari berikutnya, sesudah menghabiskan 21 jam 37 menit di Bulan, mereka menyalakan roket Eagles untuk bergabung kembali dengan Collins di Command Mo- dule, untuk kemudian di bawah koordinasi Houston kembali ke Bumi. Mereka mengakhiri misi 8 hari Apollo 11 dengan mencebur ke Pasifik, dekat kapal induk USS Hornet di mana President Richard M. Nixon sudah menunggu di dek untuk<br />mengelu-elukan ketiga pahlawan AS itu. ■<br /><br /><br />unclebamhttp://www.blogger.com/profile/14549979580004740573noreply@blogger.com0